Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Lā yasbiqūnahū bil-qaul : Mereka tidak mendahului Allah dalam perkataan, yakni tidak berbicara sebelum Allah memerintahkan.
- Wa hum bi'amrihī ya'malūn : Dan mereka senantiasa mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan perintah-Nya.
Tafsir:
Ayat yang mulia ini menegaskan kedudukan para malaikat sebagai hamba-hamba Allah yang dimuliakan, bukan sebagai anak-anak Allah sebagaimana yang dipersangkakan oleh kaum musyrikin. Mereka mengira bahwa malaikat adalah putri-putri Allah, Maha Suci Allah dari segala yang mereka tuduhkan.
Allah menjelaskan bahwa para malaikat adalah makhluk yang sangat patuh dan taat. Mereka tidak pernah mendahului perkataan Allah, artinya mereka tidak berbicara sepatah kata pun kecuali atas izin dan perintah-Nya. Mereka tidak berani mengucapkan sesuatu yang tidak diizinkan oleh Allah, dan mereka tidak pernah meminta sesuatu pun kecuali setelah Allah menghendakinya. Bahkan dalam memberikan syafa'at pun, mereka tidak melakukannya kecuali setelah Allah meridhai dan mengizinkan.
Selain itu, para malaikat senantiasa melaksanakan segala perintah Allah dengan penuh ketaatan dan ketundukan. Mereka tidak pernah membantah, tidak pernah menunda, dan tidak pernah melanggar apa yang diperintahkan kepada mereka. Mereka adalah makhluk yang suci dari segala bentuk kemaksiatan dan kedurhakaan.
Ayat ini mengajarkan kepada kita betapa agungnya kedudukan para malaikat di sisi Allah, sekaligus membantah keras keyakinan kaum musyrikin yang menganggap mereka sebagai anak-anak Allah. Sungguh, Allah Maha Suci dari memiliki anak, karena Dia Maha Kaya dan tidak membutuhkan siapa pun.
Hikmah dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa sempurnanya ketaatan para malaikat kepada Allah. Mereka adalah makhluk yang tidak pernah bermaksiat, tidak pernah bertanya "mengapa" dan "bagaimana" terhadap perintah Allah. Mereka langsung melaksanakan dengan segera dan penuh keikhlasan.
Sungguh, jika para malaikat yang suci itu saja tidak berani mendahului perkataan Allah dan tidak berani bertindak kecuali atas perintah-Nya, maka betapa seharusnya kita sebagai manusia yang penuh dengan kelemahan dan kekurangan ini lebih rendah hati dan lebih patuh kepada Allah. Kita tidak seharusnya bersikap sombong atau merasa lebih tahu dari ketentuan Allah.
Marilah kita jadikan para malaikat sebagai teladan dalam ketaatan. Mereka mengajarkan kepada kita arti kedisiplinan, kepatuhan, dan keikhlasan dalam beribadah. Jika mereka yang tidak memiliki hawa nafsu saja begitu taat, maka kita yang sering tergoda oleh hawa nafsu dan bisikan setan ini harus berjuang lebih keras lagi untuk menundukkan diri kita kepada Allah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang taat, patuh, dan senantiasa berusaha untuk tidak mendahului kehendak-Nya dalam setiap perkataan dan perbuatan kita. Aamiin.
📜 Ayat 25-29 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 27
Surat Al-Anbiya Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.Surat Ayat 27/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








