Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- وَحرَامٌ: Mustahil, terlarang, atau pasti tidak akan terjadi.
- قَرْيَةٍ: Negeri atau penduduk negeri.
- أَهْلَكْنَاهَا: Kami binasakan karena kekufuran dan kezaliman mereka.
- لَا يَرْجِعُونَ: Tidak akan kembali (ke dunia).
Tafsir:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat ini bahwa adalah suatu kemustahilan dan kepastian yang tidak mungkin terjadi bagi penduduk negeri yang telah Allah binasakan karena kekufuran dan kezaliman mereka untuk kembali lagi ke dunia sebelum hari kiamat. Mereka tidak akan diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, bertobat, atau menebus kesalahan yang telah mereka perbuat di masa lalu.
Ayat ini juga mengandung makna bahwa orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan akan tetap dibangkitkan oleh Allah pada hari kiamat. Mereka tidak akan bisa lari dari pertanggungjawaban. Justru mereka akan dihimpun dan dihisab atas segala amal perbuatan mereka, kemudian mendapatkan balasan yang setimpal. Tidak ada jalan keluar bagi mereka dari kekuasaan Allah.
Dengan demikian, ayat ini menegaskan dua hal sekaligus: pertama, tidak ada lagi kesempatan bertobat bagi mereka yang telah ditetapkan kebinasaannya di dunia; kedua, hari kebangkitan adalah kepastian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun, baik yang percaya maupun yang mengingkarinya.
Nasihat dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa berharganya kesempatan hidup di dunia ini. Selama kita masih bernapas dan pintu tobat masih terbuka, janganlah kita sia-siakan. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, Dia menerima tobat hamba-Nya selama belum datang ajal atau sebelum matahari terbit dari barat.
Janganlah kita menunda-nunda tobat dan ketaatan, karena kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput. Orang-orang yang telah binasa dahulu sangat merindukan untuk kembali ke dunia hanya untuk beribadah dan bertobat, tetapi mustahil bagi mereka. Maka, marilah kita manfaatkan setiap detik kehidupan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal saleh, dan meninggalkan segala larangan-Nya. Sungguh, kehidupan dunia ini adalah ladang akhirat, dan tidak ada penyesalan yang lebih besar selain penyesalan di hari kiamat nanti ketika seseorang melihat balasan atas kelalaiannya di dunia.
📜 Ayat 93-97 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 95
Surat Al-Anbiya Ayat 95 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami…Surat Ayat 95/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 93–97. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








