Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْمَلَأُ (al-mala'u): Para pembesar dan pemuka kaum.
- يَتَفَضَّلَ (yatafaddhala): Ingin melebihi dan menguasai, ingin menjadi pemimpin yang diikuti.
- فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ (fī ābā'inā al-awwalīn): Pada nenek moyang kami yang terdahulu.
Tafsir:
Ayat ini mengisahkan bagaimana para pemuka dan pembesar kaum Nabi Nuh 'alaihissalam yang kufur kepada Allah merespons dakwah beliau. Mereka berkata kepada pengikut-pengikut mereka dari kalangan rakyat biasa: "Orang ini (Nuh) hanyalah manusia biasa seperti kalian, tidak ada keistimewaan padanya. Ia hanyalah menginginkan kelebihan dan kepemimpinan atas kalian agar ia menjadi pemimpin dan kalian menjadi pengikutnya."
Mereka kemudian berdalih dengan alasan yang batil: "Seandainya Allah benar-benar menghendaki mengutus seorang rasul kepada kita, tentu Dia akan menurunkan malaikat dari langit, bukan manusia biasa seperti Nuh." Padahal mereka sendiri mengakui keberadaan malaikat, namun mereka mengingkari kerasulan manusia. Mereka juga berkata: "Kami tidak pernah mendengar seruan seperti ini pada zaman nenek moyang kami yang terdahulu. Ini adalah perkara baru yang tidak pernah terjadi sebelumnya."
Sungguh, ini adalah alasan yang lemah dan keliru. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan sunnah-Nya bahwa para rasul yang diutus kepada manusia adalah dari kalangan manusia itu sendiri, agar mereka bisa memahami dan berinteraksi langsung dengan umatnya. Seandainya Allah mengutus malaikat, tentu manusia tidak akan mampu menerima dan berkomunikasi dengannya secara langsung.
Ayat ini juga mengajarkan kepada kita bahwa dakwah kepada kebenaran sering kali dihadang oleh mereka yang merasa memiliki kedudukan dan kepentingan duniawi. Mereka berusaha meragukan dan melemahkan semangat para pendakwah dengan berbagai alasan yang tampak logis namun hakikatnya kosong.
Saudaraku, mari kita renungkan bersama. Para nabi dan rasul yang diutus Allah kepada umat manusia adalah manusia pilihan yang memiliki akhlak mulia dan kepribadian yang agung. Mereka tidak pernah meminta imbalan duniawi atas dakwahnya. Mereka hanya menginginkan kebaikan dan keselamatan bagi umatnya. Maka janganlah kita tertipu oleh perkataan orang-orang yang meragukan kerasulan para nabi, karena Allah telah memilih mereka sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam.
📜 Ayat 22-26 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 24
Surat Al-Mu'minun Ayat 24 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: "Orang…Surat Ayat 24/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








