Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Jinnah (جِنَّةٌ): Gila atau gangguan akal.
- Fatarabbaṣū (فَتَرَبَّصُوا): Maka tunggulah, bersabarlah, dan nantikanlah.
- Ḥattā ḥīn (حَتَّىٰ حِينٍ): Hingga suatu waktu tertentu, yaitu hingga ajalnya tiba atau keadaannya menjadi jelas.
Tafsir:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan para pemimpin kafir dari kaum Nabi Nuh 'alaihissalam ketika mereka menolak dakwahnya. Mereka berkata kepada pengikut-pengikut mereka: "Orang ini (Nuh) tidak lain hanyalah seorang lelaki biasa seperti kalian, yang terkena penyakit gila. Ia mengaku-ngaku mendapat wahyu dari langit, padahal ia hanya berbicara tanpa kesadaran. Maka bersabarlah kalian menghadapinya, jangan terburu-buru menolak atau membenarkannya, dan tunggulah hingga suatu saat nanti — entah ia sembuh dari gilanya itu lalu berhenti berdakwah, atau ia mati sehingga kalian terbebas darinya."
Mereka menuduh Nabi Nuh dengan tuduhan yang sangat keji dan tidak berdasar ini, padahal beliau adalah hamba Allah yang paling jujur, paling cerdas, dan paling mulia akhlaknya. Tuduhan "gila" adalah senjata klasik para pendusta sepanjang sejarah untuk melemahkan kedudukan para nabi dan rasul. Namun Allah Subhanahu wa Ta'ala membantah tuduhan mereka dalam ayat-ayat lain, bahwa Nuh adalah hamba Allah yang bersyukur dan seorang rasul yang mulia.
Pelajaran dan Hikmah:
Ayat ini mengajarkan kita bahwa para nabi dan rasul selalu menghadapi ujian berat dari kaumnya. Tuduhan-tuduhan palsu, ejekan, dan hinaan adalah bagian dari sunnatullah dalam perjalanan dakwah. Namun di balik itu semua, Allah selalu menolong hamba-hamba-Nya yang beriman dan bersabar.
Saudaraku yang dirahmati Allah, janganlah pernah merasa lemah atau putus asa ketika menghadapi cemoohan orang-orang yang menentang kebenaran. Ingatlah bahwa Nabi Nuh 'alaihissalam berdakwah selama 950 tahun lamanya, dan kebanyakan kaumnya tetap menolak. Namun kesabaran dan keteguhannya menjadi teladan bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman. Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya.
Dan ketahuilah, bahwa orang-orang yang menuduh para nabi dengan tuduhan gila, merekalah sebenarnya yang buta hati dan akalnya. Sebab, bagaimana mungkin orang gila mampu menyampaikan risalah yang penuh hikmah, mengajak kepada tauhid, akhlak mulia, dan membawa petunjuk yang menyelamatkan manusia dari kesesatan? Kebenaran akan selalu bersinar meskipun para pendusta berusaha memadamkannya. Maka berpegangteguhlah pada Al-Qur'an dan sunnah, niscaya Allah akan menolongmu dan meninggikan derajatmu di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 23-27 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 25
Surat Al-Mu'minun Ayat 25 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : la tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka…Surat Ayat 25/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 23–27. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








