Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata-Kata Penting:
- Nūḥan: Nuh 'alaihissalam, seorang rasul pertama yang diutus kepada kaum yang menyembah berhala.
- A'budullāh: Ibadahkanlah Allah semata, murnikanlah ketaatan dan ketundukan hanya kepada-Nya.
- Min ilāhin ghairuhu: Tidak ada sesembahan yang benar dan berhak disembah selain Dia.
- Afalā tattaqūn: Tidakkah kalian bertakwa, yakni takut kepada azab dan siksa Allah jika kalian tetap berada dalam kesyirikan?
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan tentang awal mula dakwah tauhid di muka bumi setelah masa yang panjang dari zaman Nabi Adam. Allah mengutus Nabi Nuh 'alaihissalam kepada kaumnya yang telah tenggelam dalam penyembahan berhala dan kesesatan yang nyata. Dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, Nuh berdiri di tengah-tengah mereka dan menyerukan kalimat yang agung: *"Wahai kaumku, sembahlah Allah semata!"*
Ini adalah inti dakwah seluruh para rasul, sejak nabi yang pertama hingga nabi yang terakhir: mengajak manusia kembali kepada fitrahnya, yaitu mengesakan Allah dalam ibadah. Nuh tidak meminta harta, tidak meminta kedudukan, dan tidak meminta imbalan apa pun dari mereka. Yang ia minta hanyalah satu: agar mereka meninggalkan segala sesembahan palsu dan kembali kepada Allah Yang Maha Pencipta, Maha Pemberi Rezeki, dan Maha Mengatur segala urusan.
Kemudian Nuh menegaskan dengan pertanyaan yang menyentuh hati: *"Tidakkah kalian bertakwa?"* Yakni, tidakkah kalian takut kepada azab Allah yang akan menimpa kalian jika kalian terus-menerus menyembah selain-Nya? Tidakkah kalian sadar bahwa Allah yang menciptakan kalian, memberi makan kalian, dan menghidupkan kalian adalah satu-satunya yang berhak kalian sembah?
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa dakwah yang paling utama adalah dakwah tauhid. Sebelum mengajarkan akhlak, sebelum mengajarkan muamalah, yang pertama kali harus ditanamkan dalam jiwa manusia adalah keyakinan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Karena tauhid adalah fondasi segala amal, dan tanpa tauhid, amal apa pun tidak akan diterima di sisi Allah.
Saudaraku, perhatikanlah kasih sayang Nabi Nuh kepada kaumnya. Ia memanggil mereka dengan panggilan yang penuh kelembutan: *"Yā qaum"* (wahai kaumku). Ini menunjukkan bahwa seorang dai harus menyampaikan kebenaran dengan cara yang santun dan penuh cinta, bukan dengan kekerasan atau kebencian. Dakwah yang lembut akan lebih mudah diterima oleh hati yang masih tertutup.
Dan renungkanlah, betapa agungnya nikmat Islam yang kita rasakan saat ini. Kita tidak perlu bersusah payah mencari Tuhan, karena Allah telah mengenalkan diri-Nya kepada kita melalui Al-Qur'an dan sunnah Rasul-Nya. Maka sudah sepantasnya kita bersyukur dengan cara menegakkan ibadah kepada Allah semata, menjauhi segala bentuk kesyirikan baik yang nyata maupun yang tersembunyi, dan menghiasi diri dengan ketakwaan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertauhid dengan benar, yang takut kepada azab-Nya, dan yang senantiasa istiqamah di atas jalan para nabi dan rasul. Aamiin.
📜 Ayat 21-25 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 23
Surat Al-Mu'minun Ayat 23 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia…Surat Ayat 23/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 21–25. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








