Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ: Menggigit kedua tangannya, sebagai ungkapan penyesalan yang sangat dalam dan penyesalan yang tiada taranya.
- سَبِيلًا: Jalan, yaitu jalan petunjuk dan keselamatan menuju surga, yakni agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, ingatkanlah manusia akan hari yang sangat mengerikan itu, hari ketika orang-orang yang zalim kepada dirinya sendiri—dengan meninggalkan perintah Allah dan mengikuti hawa nafsu—menggigit kedua tangannya karena penyesalan yang tak terperi. Pada saat itu ia berkata dengan penuh sesal, "Aduhai, alangkah baiknya sekiranya dahulu aku di dunia mengambil jalan bersama Rasulullah, mengikuti petunjuknya dan berpegang teguh pada ajarannya, niscaya aku tidak akan berada dalam kebinasaan seperti ini."
Orang yang zalim itu adalah mereka yang telah mendengar seruan kebenaran, namun memalingkan diri darinya. Di antaranya ada yang disebutkan dalam riwayat bahwa ayat ini turun berkaitan dengan 'Uqbah bin Abi Mu'aith yang cenderung kepada Islam, namun ia dicegah oleh teman karibnya, Ubay bin Khalaf, sehingga ia pun berpaling dari kebenaran dan tetap dalam kesesatan. Maka ia pun menyesali persahabatannya yang menyesatkan itu.
Ayat ini mengandung peringatan yang sangat keras agar kita berhati-hati dalam memilih teman dan sahabat. Teman yang baik akan mengajak kita kepada kebaikan dan mengingatkan kita ketika lalai, sedangkan teman yang buruk akan menjerumuskan kita ke dalam jurang kesesatan dan penyesalan yang tiada berguna di akhirat kelak.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa banyak manusia yang menunda-nunda ketaatan dan mengikuti ajakan teman-teman yang melalaikan, hingga ajal menjemput dan penyesalan pun datang terlambat. Hari ini kita masih diberi kesempatan, masih ada waktu untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan mengikuti jejak Rasulullah ﷺ. Jangan biarkan diri kita menjadi bagian dari orang-orang yang merugi dan menyesal di hari kiamat.
Marilah kita jadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan utama dalam setiap langkah kehidupan kita. Perbanyaklah bergaul dengan orang-orang saleh yang mengingatkan kita kepada Allah, yang mengajak kita kepada kebaikan, dan yang mendoakan kita. Sesungguhnya persahabatan karena Allah akan kekal hingga di surga, sedangkan persahabatan karena dunia dan kemaksiatan akan berakhir dengan penyesalan dan permusuhan di akhirat.
Semoga Allah melindungi kita dari kesesatan dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah di atas jalan yang lurus, serta mempertemukan kita dengan Rasulullah ﷺ di telaga surga. Aamiin.
📜 Ayat 25-29 — Al-Furqan
Terjemah — Al-Furqan 27
Surat Al-Furqan Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua…Surat Ayat 27/77 — Al-Furqan الفرقان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Furqan Dengarkan, Al-Furqan Terjemah, Al-Furqan mp3, Al-Furqan pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








