Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- نَذِيرٌ (nazhir): Pemberi peringatan yang mengingatkan manusia akan azab Allah.
- مُبِينٌ (mubin): Jelas, nyata, dan gamblang; tidak ada keraguan di dalamnya.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Nabi Syu'aib 'alaihissalam menegaskan kepada kaumnya dengan pernyataan yang tegas dan penuh kejelasan: "Aku ini hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata." Beliau menyampaikan bahwa tugasnya bukanlah untuk mengusir orang-orang beriman yang lemah dan miskin, sebagaimana yang diminta oleh para pembesar kaumnya yang sombong. Beliau tidak memiliki kepentingan pribadi, tidak pula mencari kedudukan atau kekuasaan. Tugas beliau hanyalah menyampaikan peringatan Allah dengan terang-terangan, tanpa pandang bulu — baik kepada yang kaya maupun yang miskin, yang mulia maupun yang hina.
Peringatan yang beliau sampaikan adalah peringatan yang jelas dan gamblang, tidak samar dan tidak disembunyikan. Beliau mengajak manusia untuk meninggalkan kekufuran dan kemaksiatan, serta memperingatkan mereka akan azab Allah yang pedih jika mereka tetap dalam kesesatan. Beliau tidak meminta imbalan apa pun dari mereka, karena balasan yang beliau harapkan hanyalah dari Allah semata.
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa seorang da'i (penyeru kebaikan) haruslah ikhlas dalam dakwahnya, tidak mengharap pujian atau keuntungan duniawi, dan tidak membeda-bedakan manusia dalam menyampaikan kebenaran. Dakwah harus disampaikan dengan jelas, jujur, dan penuh kasih sayang, karena hidayah itu datangnya dari Allah, sedangkan tugas kita hanyalah menyampaikan.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya teladan para nabi dalam berdakwah! Mereka tidak pernah gentar menghadapi tekanan, tidak pula silau dengan harta dan pangkat. Mereka hanya berpegang pada satu prinsip: menyampaikan kebenaran dengan jelas dan ikhlas karena Allah.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin dalam kehidupan kita. Ketika kita mengajak kebaikan, janganlah kita takut kepada celaan manusia. Sampaikanlah kebenaran dengan bijaksana, dengan hati yang tulus, dan dengan harapan hanya kepada Allah. Sesungguhnya orang yang berpegang pada kebenaran tidak akan pernah rugi, baik di dunia maupun di akhirat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah di atas kebenaran, dan semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk menyampaikan kebaikan dengan cara yang paling indah. Aamiin.
📜 Ayat 113-117 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 115
Surat Asy-Syu'ara Ayat 115 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan".Surat Ayat 115/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 113–117. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








