Asy-Syu'ara · 70/227
Terjemah Transliterasi — Asy-Syu'ara
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ ۝٧٠
Iz qaala li abeehi wa qawmihee maa ta`budoon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah?"
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • Idz (إِذْ): ingatlah ketika, menunjukkan waktu terjadinya peristiwa.
  • Qāla (قَالَ): berkata, yaitu Nabi Ibrahim 'alaihissalam.
  • Li-abīhi (لِأَبِيهِ): kepada bapaknya, yaitu Azar.
  • Wa qaumihi (وَقَوْمِهِ): dan kepada kaumnya, yaitu masyarakat Babilonia yang menyembah berhala.
  • Mā ta'budūn (مَا تَعْبُدُونَ): apakah yang kalian sembah? Kata "mā" di sini bermakna pertanyaan (istifham) yang mengandung makna pengingkaran dan keheranan terhadap perbuatan mereka.

Tafsir Ayat:

Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada kaum musyrikin kisah tentang Nabi Ibrahim 'alaihissalam, yaitu ketika beliau berkata kepada bapaknya yang bernama Azar dan kepada kaumnya yang menyembah berhala: "Apakah yang sedang kalian sembah ini?" Pertanyaan ini bukanlah pertanyaan biasa, melainkan pertanyaan yang lahir dari kasih sayang dan kepedulian yang mendalam. Ibrahim 'alaihissalam ingin membuka mata hati mereka agar mau berpikir: mengapa mereka menyembah patung-patung yang tidak dapat memberi manfaat maupun mudarat? Mengapa mereka tunduk kepada benda-benda mati yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak berkuasa atas apa pun?

Pertanyaan ini adalah awal dari dakwah yang bijaksana. Ibrahim tidak langsung menghina sesembahan mereka, tetapi ia mengajak mereka berdialog dengan cara yang santun dan penuh hikmah. Ia ingin menanamkan kesadaran bahwa ibadah adalah hak prerogatif Allah semata, dan bahwa menyembah selain Allah adalah kebodohan yang nyata.


Pesan Dakwah:

Saudaraku, perhatikanlah bagaimana Nabi Ibrahim 'alaihissalam berdakwah kepada bapaknya sendiri dan kaumnya. Beliau tidak memutuskan hubungan kasih sayang dengan mereka, tetapi justru mendekati mereka dengan pertanyaan yang membangun kesadaran. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: dakwah itu dimulai dengan kasih sayang, bukan kebencian; dengan dialog, bukan pemaksaan; dan dengan hikmah, bukan kekerasan.

Marilah kita meneladani Nabi Ibrahim dalam menyampaikan kebenaran. Ketika kita mengajak keluarga, kerabat, atau teman-teman kita kepada kebaikan, mulailah dengan pertanyaan yang menggugah akal dan hati mereka. Jangan pernah putus asa dalam berdakwah, karena kesabaran Ibrahim akhirnya membuahkan hasil: Allah menjadikannya imam bagi seluruh umat manusia. Dan ingatlah, hidayah itu datang dari Allah, tugas kita hanyalah menyampaikan dengan cara yang terbaik. Semoga Allah membimbing kita dan orang-orang yang kita cintai menuju jalan yang lurus. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 68-72 — Asy-Syu'ara

68وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
69وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَاهِيمَ
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.
70إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ
Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah?"
71قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ
Mereka menjawab: "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya".
72قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ
Berkata Ibrahim: "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?,
Asy-Syu'araIndeks Quran
227Ayat
MakkiyahRevelation
70Ayat

Terjemah — Asy-Syu'ara 70

Surat Asy-Syu'ara Ayat 70 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu…

Surat Ayat 70/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 68–72. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu