Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- أَصْنَامًا (ashnāman): Patung-patung yang berbentuk manusia atau makhluk lain, terbuat dari batu atau bahan lainnya, yang mereka sembah selain Allah.
- عَاكِفِينَ (ʿākifīn): Orang-orang yang menetap dan terus-menerus berdiam diri di suatu tempat dengan penuh ketekunan. Dari kata ini pula berasal istilah "i'tikaf" di masjid.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan jawaban kaum Nabi Ibrahim 'alaihis salam ketika beliau bertanya kepada mereka tentang apa yang mereka sembah. Mereka menjawab dengan terus terang dan tanpa rasa malu: "Kami menyembah berhala-berhala, dan kami senantiasa tekun beribadah kepadanya."
Mereka mengakui bahwa mereka menyembah patung-patung buatan tangan mereka sendiri, lalu mereka menetap dan berdiam diri di hadapan patung-patung itu dengan penuh pengabdian. Mereka menganggap diri mereka benar dalam perbuatan tersebut, padahal itu adalah kebodohan yang nyata. Mereka menghabiskan waktu, tenaga, dan hati mereka untuk benda-benda mati yang tidak dapat memberi manfaat maupun mudarat, tidak dapat mendengar doa, dan tidak dapat menolong mereka di saat kesulitan.
Perhatikanlah betapa ironisnya keadaan mereka: mereka mengakui bahwa yang mereka sembah hanyalah patung-patung, namun mereka tetap bertahan dalam kesesatan itu. Ini menunjukkan bahwa kebiasaan dan warisan nenek moyang yang batil dapat membutakan hati manusia dari kebenaran, meskipun kebenaran itu telah datang dengan jelas di hadapan mereka.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita tentang pentingnya memurnikan tauhid dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Betapa banyak manusia hari ini yang terjebak dalam "berhala-berhala" modern—harta, jabatan, hawa nafsu, atau bahkan ketakutan kepada makhluk—yang mereka sembah dan mereka abdikan diri kepadanya dengan penuh ketekunan, sebagaimana kaum Nabi Ibrahim menyembah patung-patung mereka.
Marilah kita renungkan: kepada siapa sebenarnya hati kita bertekun? Kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa, atau kepada sesuatu yang tidak berdaya? Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Pemurah, Dia mengundang kita untuk beribadah kepada-Nya, dan Dia menjanjikan balasan yang berlipat ganda serta ampunan bagi siapa saja yang ikhlas beribadah kepada-Nya. Sungguh, tidak ada kebahagiaan sejati kecuali dengan menghadapkan wajah dan hati kita hanya kepada Allah, karena Dialah satu-satunya yang berhak disembah dan Dialah sebaik-baik tempat bergantung.
📜 Ayat 69-73 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 71
Surat Asy-Syu'ara Ayat 71 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka menjawab: "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya".Surat Ayat 71/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 69–73. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








