Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَمَكَثَ : Tinggal beberapa saat / menunggu dalam waktu yang tidak lama.
- غَيْرَ بَعِيدٍ : Tidak lama / dalam waktu yang singkat.
- أَحَطتُ : Aku mengetahui secara menyeluruh dan mendetail.
- سَبَإٍ : Nama sebuah negeri di Yaman (kerajaan Saba').
- نَبَإٍ يَقِينٍ : Berita yang pasti dan meyakinkan, tidak ada keraguan di dalamnya.
Tafsir Ayat:
Hud-hud tidak lama pergi dari hadapan Nabi Sulaiman `alaihissalam. Ia kembali dalam waktu yang singkat, lalu menghadap kepada nabinya dengan penuh sopan. Ketika Nabi Sulaiman menegurnya karena ketidakhadirannya tanpa izin, Hud-hud berkata: "Wahai Nabi Allah, aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba' di Yaman dengan membawa berita yang sangat penting dan pasti kebenarannya, bukan berita karangan atau kabar burung belaka."
Hud-hud mengabarkan bahwa ia menemukan sebuah kaum yang dipimpin oleh seorang ratu (Ratu Balqis), mereka memiliki kekuasaan yang besar, singgasana yang megah, dan mereka menyembah matahari selain Allah. Ini adalah berita yang sangat berharga bagi Nabi Sulaiman, karena misi kenabiannya adalah mengajak manusia menuju tauhid dan meninggalkan kesyirikan.
Ayat ini mengajarkan kita beberapa pelajaran berharga:
- Menghargai informasi yang benar — Seorang mukmin hendaknya menyampaikan kabar dengan jujur dan pasti, sebagaimana Hud-hud menegaskan bahwa beritanya adalah "naba' yaqin" (berita yang meyakinkan).
- Tidak meremehkan siapa pun — Allah mengajarkan melalui kisah ini bahwa seekor burung kecil pun bisa membawa kebaikan besar bagi umat. Jangan pernah meremehkan orang lain, karena bisa jadi melalui dirinya Allah memberikan hidayah dan kemenangan.
- Kecepatan dalam kebaikan — Hud-hud tidak menunda-nunda untuk menyampaikan kabar penting kepada nabinya. Begitu pula kita, hendaknya bersegera dalam menyampaikan kebaikan dan kebenaran.
- Ilmu adalah anugerah Allah — Allah memberikan ilmu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, bahkan kepada seekor burung. Maka janganlah kita merasa sombong dengan ilmu yang kita miliki, dan jangan pula berputus asa dari rahmat Allah dalam menuntut ilmu.
Kisah ini juga menunjukkan betapa agungnya Nabi Sulaiman dalam memimpin, karena ia memperhatikan detail-detail kecil dalam kerajaannya, termasuk ketidakhadiran seekor burung. Ini adalah teladan bagi para pemimpin untuk bersikap teliti dan tidak mengabaikan hal-hal kecil yang bisa membawa dampak besar.
📜 Ayat 20-24 — An-Naml
Terjemah — An-Naml 22
Surat Ayat 22/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 20–24. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








