Al-Qasas · 17/88
Terjemah Transliterasi — Al-Qasas
قَالَ رَبِّ بِمَا أَنْعَمْتَ عَلَيَّ فَلَنْ أَكُونَ ظَهِيرًا لِّلْمُجْرِمِينَ ۝١٧
Qaala Rabbi bimaaa an`amta `alaiya falan akoona zaheeral lilmujrimeen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Musa berkata: "Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa".
🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • ظَهِيرًا: berarti penolong, pendukung, atau pembela.
  • لِلْمُجْرِمِينَ: orang-orang yang berbuat dosa dan kejahatan, yaitu mereka yang melanggar perintah Allah.

Tafsir Ayat:

Dalam ayat yang mulia ini, Nabi Musa 'alaihissalam memanjatkan doa yang sangat dalam kepada Rabb-nya setelah peristiwa besar yang menimpanya. Beliau berkata: "Ya Rabb-ku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, maka aku tidak akan selamanya menjadi penolong bagi orang-orang yang berbuat dosa dan kejahatan."

Yang dimaksud dengan nikmat di sini adalah ampunan Allah atas kesalahan yang telah dilakukan Musa ketika ia memukul orang Mesir hingga meninggal dunia, kemudian Allah mengampuninya dan menerima taubatnya. Selain itu, Allah juga memberinya kekuatan fisik yang luar biasa, hikmah, dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Maka sebagai bentuk syukur atas segala nikmat tersebut, Musa berjanji dengan sungguh-sungguh kepada Allah bahwa ia tidak akan pernah lagi membantu atau mendukung orang-orang yang berbuat kemaksiatan dan kekufuran.

Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga: bahwa nikmat Allah yang melimpah seharusnya menjadikan kita semakin taat dan dekat kepada-Nya, bukan sebaliknya. Ketika seseorang menyadari betapa besar karunia Allah dalam hidupnya—baik berupa ampunan, kesehatan, ilmu, maupun kekuatan—maka hatinya akan terpaut untuk menggunakan semua itu di jalan kebaikan, bukan untuk mendukung kebatilan.

Saudaraku yang dirahmati Allah, bayangkanlah betapa indahnya sikap Nabi Musa ini. Beliau adalah seorang yang kuat dan perkasa, namun kekuatannya tidak digunakan untuk kesombongan, melainkan untuk berjanji setia kepada Allah bahwa ia tidak akan menjadi penolong bagi para pelaku kejahatan. Ini adalah bukti keimanan yang tulus dan rasa syukur yang hakiki.

Marilah kita meneladani akhlak mulia ini dalam kehidupan sehari-hari. Setiap nikmat yang Allah berikan—baik berupa harta, ilmu, jabatan, maupun kekuatan—hendaknya kita jadikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan membantu sesama dalam kebaikan. Jangan sampai kita menggunakan nikmat tersebut untuk mendukung kemungkaran atau menjadi bagian dari orang-orang yang berbuat dosa.

Ingatlah bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatan kita. Jika kita bersungguh-sungguh menjaga diri dari menjadi penolong bagi orang-orang yang berbuat jahat, maka Allah akan menjaga dan melindungi kita. Sebaliknya, barangsiapa yang membantu kezaliman, maka ia akan menanggung akibatnya di dunia maupun di akhirat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan senantiasa berada di barisan orang-orang yang menegakkan kebenaran, sebagaimana doa Nabi Musa ini menjadi pegangan hidup kita. Aamiin.


📜 Ayat 15-19 — Al-Qasas

15وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفْلَةٍ مِّنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَٰذَا مِن شِيعَتِهِ وَهَٰذَا مِنْ عَدُوِّهِ ۖ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِن شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِ ۖ قَالَ هَٰذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِينٌ
Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).
16قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Musa mendoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
17قَالَ رَبِّ بِمَا أَنْعَمْتَ عَلَيَّ فَلَنْ أَكُونَ ظَهِيرًا لِّلْمُجْرِمِينَ
Musa berkata: "Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa".
18فَأَصْبَحَ فِي الْمَدِينَةِ خَائِفًا يَتَرَقَّبُ فَإِذَا الَّذِي اسْتَنصَرَهُ بِالْأَمْسِ يَسْتَصْرِخُهُ ۚ قَالَ لَهُ مُوسَىٰ إِنَّكَ لَغَوِيٌّ مُّبِينٌ
Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya: "Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)".
19فَلَمَّا أَنْ أَرَادَ أَن يَبْطِشَ بِالَّذِي هُوَ عَدُوٌّ لَّهُمَا قَالَ يَا مُوسَىٰ أَتُرِيدُ أَن تَقْتُلَنِي كَمَا قَتَلْتَ نَفْسًا بِالْأَمْسِ ۖ إِن تُرِيدُ إِلَّا أَن تَكُونَ جَبَّارًا فِي الْأَرْضِ وَمَا تُرِيدُ أَن تَكُونَ مِنَ الْمُصْلِحِينَ
Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata: "Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian".
Al-QasasIndeks Quran
88Ayat
MakkiyahRevelation
17Ayat

Terjemah — Al-Qasas 17

Surat Al-Qasas Ayat 17 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Musa berkata: "Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan…

Surat Ayat 17/88 — Al-Qasas القصص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qasas Dengarkan, Al-Qasas Terjemah, Al-Qasas mp3, Al-Qasas pdf. Ayat 15–19. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu