Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Lā tahdī: Tidak dapat memberi petunjuk (hidayah taufik).
- Man ahbabta: Orang yang engkau cintai dan ingin agar ia mendapat hidayah.
- Lākinna Allāha yahdī: Akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk.
- Man yasyā': Siapa saja yang dikehendaki-Nya.
- A'lamu bil-muhtadīn: Maha Mengetahui siapa saja yang layak dan siap menerima petunjuk.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, sungguh engkau tidak mampu memberikan hidayah taufik—yakni petunjuk yang meresap ke dalam hati sehingga seseorang beriman—kepada orang yang engkau cintai keislamannya, seperti pamannmu Abu Thalib yang sangat engkau harapkan keimanannya. Engkau telah berusaha semaksimal mungkin, namun hidayah itu sepenuhnya berada di tangan Allah semata. Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, karena Dialah pemilik hati dan penguasa jiwa manusia. Dan Allah Maha Mengetahui siapa saja yang benar-benar siap dan layak menerima hidayah, serta siapa yang dalam ilmu-Nya telah ditetapkan sebagai orang-orang yang akan berjalan di atas jalan yang lurus.
Ayat ini turun ketika Rasulullah ﷺ sangat bersedih dan bersungguh-sungguh menginginkan keimanan pamannya, Abu Thalib, yang telah merawat dan melindungi beliau. Namun Allah mengajarkan bahwa hidayah bukanlah wewenang manusia, betapa pun tingginya kedudukan dan kecintaannya. Ini menjadi pelajaran berharga bagi setiap dai dan pendakwah: tugas kita hanyalah menyampaikan, sedangkan hasilnya sepenuhnya milik Allah.
Hikmah dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita semua. Betapa besarnya kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada keluarganya, hingga beliau sangat menginginkan kebaikan untuk pamannya. Namun Allah mengajarkan bahwa hidayah adalah urusan-Nya semata. Ini bukan berarti kita berputus asa dalam berdakwah, justru sebaliknya—kita harus terus berusaha dan berdoa, namun tidak boleh bersedih berlebihan jika hasilnya belum sesuai harapan.
Renungkanlah: jika Rasulullah ﷺ yang merupakan manusia paling mulia di sisi Allah saja tidak mampu memberi hidayah kepada orang yang paling dicintainya, maka betapa naifnya jika kita merasa mampu mengubah hati seseorang dengan kekuatan kita sendiri. Yang kita butuhkan hanyalah ikhlas menyampaikan, bersabar dalam proses, dan terus memohon kepada Allah agar membukakan pintu hidayah bagi orang-orang yang kita cintai.
Dan kabar gembiranya, Allah Maha Mengetahui siapa yang siap menerima hidayah. Doa-doa kita untuk orang-orang terkasih tidak akan sia-sia. Teruslah berdoa, teruslah menebar kebaikan, dan serahkan sepenuhnya hasil kepada Allah. Karena sesungguhnya hidayah adalah anugerah terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, dan tidak ada yang lebih indah daripada melihat orang yang kita cintai berjalan di atas jalan petunjuk. Semoga Allah membukakan hati kita dan orang-orang yang kita cintai untuk menerima cahaya Islam. Aamiin.
📜 Ayat 54-58 — Al-Qasas
Terjemah — Al-Qasas 56
Surat Al-Qasas Ayat 56 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang…Surat Ayat 56/88 — Al-Qasas القصص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qasas Dengarkan, Al-Qasas Terjemah, Al-Qasas mp3, Al-Qasas pdf. Ayat 54–58. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








