Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata-Kata Penting:
- فِي زِينَتِهِ: Dengan segala perhiasan dan kemegahan dunianya yang mencolok.
- يَا لَيْتَ لَنَا: Ungkapan harapan yang sangat kuat, "Alangkah baiknya sekiranya kami memiliki...".
- حَظٍّ عَظِيمٍ: Bagian atau keberuntungan yang sangat besar dari kenikmatan dunia.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala mengaruniakan kepada Qarun harta yang melimpah ruah—sampai-sampai kunci-kunci perbendaharaannya terasa berat dipikul oleh sekelompok orang yang kuat—kini kita melihat pemandangan yang sangat memilukan. Qarun keluar menemui kaumnya dengan mengenakan perhiasan dan kemegahan yang sangat mencolok, dengan pakaian yang indah, kendaraan yang megah, dan pengawal-pengawal yang banyak. Ia sengaja menampakkan semua itu untuk menyombongkan diri dan merendahkan orang lain.
Ketika sebagian kaumnya yang lemah iman dan cenderung mencintai kehidupan dunia melihat kemegahan itu, hati mereka pun tergoda. Mereka tidak mengambil pelajaran dari kesombongan Qarun, bahkan mereka berkata dengan penuh penyesalan dan keinginan: "Alangkah baiknya sekiranya kami memiliki kekayaan dan kemegahan seperti yang diberikan kepada Qarun! Sungguh, dia benar-benar memiliki keberuntungan yang besar di dunia ini."
Mereka mengira bahwa kemegahan dunia itulah kebahagiaan yang hakiki, padahal itu hanyalah kesenangan yang menipu dan akan sirna. Mereka tidak menyadari bahwa di balik kemegahan itu tersimpan azab yang pedih, dan bahwa kenikmatan yang dibanggakan Qarun itu akan menjadi sebab kehancurannya.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Betapa banyak di antara kita yang tertipu oleh gemerlapnya dunia, lalu menjadikan orang-orang yang sombong dengan hartanya sebagai idola dan panutan. Padahal, kemegahan dunia itu hanyalah fatamorgana yang akan sirna.
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita agar tidak iri terhadap kenikmatan dunia yang diberikan kepada orang lain, karena setiap yang Allah berikan pasti ada hikmahnya. Orang yang beriman memandang dunia dengan mata hati, bukan dengan mata kepala semata. Mereka tahu bahwa kenikmatan yang hakiki adalah kenikmatan iman dan ketakwaan, bukan sekadar harta dan perhiasan.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu menjaga hati kita dari sifat iri dan dengki terhadap kemegahan dunia orang lain. Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih kekal. Dan ingatlah, kesombongan dan sikap memamerkan harta adalah awal dari kehancuran, sebagaimana yang akan kita saksikan pada kelanjutan kisah Qarun ini. Semoga Allah melindungi kita dari tipu daya dunia dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan rendah hati.
📜 Ayat 77-81 — Al-Qasas
Terjemah — Al-Qasas 79
Surat Al-Qasas Ayat 79 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang…Surat Ayat 79/88 — Al-Qasas القصص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qasas Dengarkan, Al-Qasas Terjemah, Al-Qasas mp3, Al-Qasas pdf. Ayat 77–81. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








