Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تَقْطَعُونَ السَّبِيلَ: Mengganggu dan merampok orang-orang yang lewat di jalan, serta melakukan perbuatan keji kepada mereka.
- نَادِيكُمُ: Majelis atau tempat perkumpulan kalian.
- الْمُنْكَرَ: Perbuatan-perbuatan mungkar yang sangat buruk, seperti mengejek orang, melecehkan, dan berbuat keji di hadapan orang banyak.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah kisah Nabi Luth ketika ia menasihati kaumnya dengan penuh kelembutan dan kepedulian. Beliau mengingkari perbuatan mereka yang sangat keji dan belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum mereka di seluruh alam. Beliau bertanya dengan nada mencela, "Apakah benar kalian mendatangi sesama lelaki untuk menyalurkan syahwat kalian, meninggalkan wanita yang telah Allah halalkan bagi kalian? Apakah kalian juga mengganggu para musafir yang melintasi daerah kalian, sehingga mereka takut dan tidak berani melewati jalan kalian? Dan apakah kalian melakukan perbuatan-perbuatan mungkar di tempat perkumpulan kalian, seperti mencela orang, melecehkan, dan berbuat tidak senonoh di hadapan umum?"
Ini adalah peringatan tegas bahwa tidak dibenarkan bagi suatu kaum untuk berkumpul dan bersama-sama melakukan kemungkaran yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Sebuah masyarakat yang baik adalah masyarakat yang saling menasihati dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran, bukan justru berbangga diri dengan kemaksiatan.
Namun, alih-alih menerima nasihat yang mulia ini, kaum Nabi Luth menjawab dengan ejekan dan tantangan yang sombong. Mereka berkata dengan nada meremehkan, "Bawalah kepada kami azab Allah yang engkau ancamkan itu, jika engkau benar-benar termasuk orang-orang yang jujur dalam perkataan dan janjimu!" Mereka menantang azab Allah, padahal azab itu sudah hampir tiba dan tidak akan tertunda lagi.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, kisah ini mengajarkan kepada kita betapa hinanya perbuatan kaum Luth yang telah dilaknat oleh Allah. Mereka bukan hanya melakukan dosa besar, tetapi juga menantang azab Allah dengan sombong. Ini menunjukkan bahwa hati mereka telah tertutup dari kebenaran.
Marilah kita jauhi segala bentuk kemungkaran, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi. Janganlah kita berkumpul dalam majelis yang di dalamnya terdapat kemaksiatan kepada Allah. Sebaliknya, perbanyaklah majelis ilmu dan dzikir yang membawa kita semakin dekat kepada Allah dan semakin takut kepada siksa-Nya. Ingatlah bahwa azab Allah itu nyata dan pasti datang bagi orang-orang yang terus-menerus berbuat dosa dan menantang peringatan para rasul. Semoga Allah melindungi kita semua dari azab-Nya dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang taat dan bertakwa. Aamiin.
📜 Ayat 27-31 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 29
Surat Al-'Ankabut Ayat 29 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran…Surat Ayat 29/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 27–31. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








