Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Rusulunā: Para malaikat utusan Kami.
- Al-Busyrā: Kabar gembira.
- Muhlikū: Kami akan membinasakan/menghancurkan.
- Al-Qaryah: Negeri (yaitu negeri Sodom, tempat tinggal kaum Nabi Luth).
- Zālimīn: Orang-orang yang zalim, yaitu zalim kepada diri mereka sendiri karena kekufuran dan kemaksiatan.
Tafsir Ayat:
Ketika para malaikat yang diutus oleh Allah datang menemui Nabi Ibrahim 'alaihissalam untuk menyampaikan kabar gembira yang sangat membahagiakan—yakni kelahiran seorang putra yang saleh bernama Ishaq, dan dari keturunannya akan lahir Ya'qub sebagai kelanjutan generasi para nabi—mereka juga menyampaikan berita lain yang berat. Para malaikat berkata kepada Nabi Ibrahim: "Sesungguhnya kami akan membinasakan penduduk negeri ini, yaitu negeri Sodom, tempat tinggal kaum Nabi Luth. Kami akan menimpakan azab yang dahsyat kepada mereka, karena penduduknya telah berlaku zalim dengan kekufuran dan perbuatan keji yang melampaui batas, yaitu melakukan perbuatan homoseksual yang belum pernah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya."
Negeri Sodom adalah negeri yang penuh dengan kemaksiatan dan kebejatan moral. Penduduknya telah melampaui batas dalam berbuat dosa, sehingga mereka pantas menerima azab Allah. Namun, perlu kita renungkan bersama: Allah tidak serta-merta menurunkan azab tanpa peringatan terlebih dahulu. Sebelum kehancuran itu terjadi, Allah telah mengutus Nabi Luth kepada mereka untuk menyeru mereka kembali ke jalan yang benar. Namun mereka menolak dan bahkan mengancam akan mengusir Nabi Luth dari negeri mereka. Maka, ketika kesabaran Allah telah sampai pada batasnya dan hujjah telah tegak, tibalah saatnya azab itu dijatuhkan.
Ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahwa kezaliman dan kemaksiatan yang dilakukan secara terang-terangan dan terus-menerus akan mendatangkan murka Allah. Namun di sisi lain, kita juga melihat bagaimana Allah memperlakukan hamba-hamba-Nya yang saleh seperti Nabi Ibrahim—kabar gembira dan rahmat senantiasa menyertainya. Ini menunjukkan bahwa di tengah kehancuran suatu kaum, selalu ada hamba-hamba pilihan yang dijaga dan dimuliakan oleh Allah.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin bagi diri kita. Jangan pernah merasa aman dari azab Allah ketika kita terus-menerus berbuat maksiat. Sebaliknya, mari kita perbanyak istighfar, taubat, dan kembali kepada Allah sebelum datangnya hari yang tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya, dan Dia Maha Cepat dalam menghisab bagi mereka yang terus-menerus dalam kezaliman.
📜 Ayat 29-33 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 31
Surat Al-'Ankabut Ayat 31 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa…Surat Ayat 31/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 29–33. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








