Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata-Kata Penting:
- كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا: Cukuplah Allah sebagai saksi. Maknanya, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadi saksi yang paling agung dan paling benar persaksian-Nya.
- آمَنُوا بِالْبَاطِلِ: Beriman kepada sesuatu yang batil, yaitu segala sesuatu yang disembah selain Allah, baik berupa berhala, patung, atau sesembahan palsu lainnya.
- الْخَاسِرُونَ: Orang-orang yang merugi, yaitu mereka yang kehilangan kebaikan dan mendapatkan keburukan, baik di dunia maupun di akhirat.
Tafsir Lengkap:
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada kaummu yang mendustakan risalahmu: "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kalian semua." Allah-lah saksi yang paling adil dan paling benar, Dia menyaksikan kebenaran risalah yang aku bawa, dan Dia juga menyaksikan sikap kalian yang mendustakan dan menolak kebenaran yang datang dari sisi-Nya. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari pengetahuan Allah, karena Dia mengetahui segala apa yang ada di langit dan segala apa yang ada di bumi. Tidak ada satu makhluk pun, sekecil apa pun, yang luput dari ilmu-Nya. Dia mengetahui keadaanku dan keadaan kalian, mengetahui kebenaran ucapanku dan kebatilan sikap kalian.
Sungguh merugi dan celakalah orang-orang yang lebih memilih beriman kepada kebatilan — yaitu segala sesuatu yang disembah selain Allah, baik berupa berhala, batu, pohon, atau sesembahan palsu lainnya — dan mereka kufur kepada Allah Yang Maha Esa, Yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Mereka menukar keimanan dengan kekufuran, menukar petunjuk dengan kesesatan, dan menukar kebenaran dengan kebatilan. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar merugi di dunia dan akhirat, karena mereka kehilangan surga yang kekal dan mendapatkan neraka yang menyala-nyala.
Renungan dan Pelajaran Berharga:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita sebuah ketenangan yang luar biasa. Ketika manusia mendustakan kita, mengolok-olok dakwah kita, atau meragukan keikhlasan kita, maka ingatlah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah saksi yang paling sempurna. Dia melihat segala amal perbuatan kita, mendengar segala ucapan kita, dan mengetahui segala isi hati kita. Maka janganlah bersedih dan janganlah gentar menghadapi celaan orang-orang yang membenci kebenaran.
Ayat ini juga menjadi peringatan keras bagi kita semua agar tidak termasuk golongan orang-orang yang beriman kepada kebatilan. Betapa banyak di zaman sekarang ini manusia yang "beriman" kepada sesuatu yang batil — mengikuti hawa nafsu, memuja harta, menjadikan dunia sebagai tujuan hidup, atau bahkan mempercayai ramalan dan mitos yang menyesatkan — sementara mereka berpaling dari Allah Yang Maha Esa. Na'udzu billah, semoga Allah melindungi kita dari kerugian yang nyata ini.
Marilah kita senantiasa memperkuat keimanan kita kepada Allah, menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan dan kebatilan. Karena sesungguhnya keberuntungan yang hakiki hanyalah bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, sedangkan kerugian yang nyata adalah bagi mereka yang berpaling dari petunjuk-Nya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa meneguhkan hati kita di atas iman dan Islam, dan menjauhkan kita dari golongan orang-orang yang merugi. Aamiin.
📜 Ayat 50-54 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 52
Surat Ayat 52/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 50–54. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








