Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Anamil: Ujung-ujung jari.
- Al-Ghaizh: Kemarahan yang sangat memuncak yang memenuhi hati.
- Bi Ghaizikum: Tetaplah dalam kemarahan kalian hingga kalian binasa karenanya.
- Dzatis Shudur: Segala isi hati, baik berupa keimanan, kekufuran, kebaikan, maupun keburukan.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, inilah bukti nyata kekeliruan kalian dalam mencintai mereka! Kalian memberikan kasih sayang dan kebaikan kepada mereka, padahal mereka sama sekali tidak membalas cinta kalian—bahkan hati mereka dipenuhi kebencian dan permusuhan terhadap kalian. Kalian beriman kepada seluruh kitab suci yang diturunkan Allah, termasuk kitab mereka (Taurat), sementara mereka tidak beriman kepada kitab yang diturunkan kepadamu (Al-Qur'an). Maka bagaimana mungkin kalian masih mencintai orang-orang yang mengingkari kitab suci kalian sendiri?
Lebih parah lagi, ketika mereka bertemu dengan kalian, mereka berkata dengan mulut manis, "Kami telah beriman," padahal itu hanyalah kemunafikan belaka. Namun ketika mereka berkumpul sendirian di antara sesama mereka, kemarahan dan kedengkian menggerogoti hati mereka. Mereka menggigit ujung-ujung jari mereka sendiri karena sangat marah melihat persatuan dan kekompakan kaum muslimin, kejayaan Islam yang terus meninggi, dan kehinaan yang menimpa diri mereka.
Maka katakanlah wahai Rasulullah kepada mereka: "Tetaplah kalian dalam kemarahan itu hingga kalian mati!" Karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati yang tersembunyi. Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya, dan Dia akan membalas setiap jiwa sesuai dengan apa yang telah diusahakannya—baik berupa kebaikan maupun keburukan.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan terhadap orang-orang munafik yang menampakkan keimanan tetapi menyembunyikan kebencian. Janganlah kita tertipu oleh kata-kata manis mereka, karena Allah SWT Maha Melihat segala yang tersembunyi di dalam dada. Ketika kita berpegang teguh pada agama Allah dan bersatu dalam barisan keimanan, maka kemarahan musuh-musuh Islam justru menjadi bukti kebenaran kita. Biarkan mereka marah dan binasa dalam kemarahan mereka, sementara kita terus maju dengan penuh keyakinan bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan berbuat baik. Sungguh, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada hidup dalam naungan iman dan persaudaraan Islam yang kokoh.
📜 Ayat 117-121 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 119
Surat Ali Imran Ayat 119 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu,…Surat Ayat 119/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 117–121. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








