Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- Hā antum hā'ulā'i: "Beginilah kamu sekalian!" Kalimat ini mengandung makna teguran dan kecaman halus kepada mereka yang berdebat tanpa dasar ilmu.
- Ḥājajtum: Kalian berdebat atau berargumentasi dengan keras.
- Fīmā lakum bihī 'ilm: Tentang perkara yang kalian memiliki pengetahuan mengenainya, yaitu perkara yang ada dalam kitab suci kalian (Taurat dan Injil).
- Fīmā laysa lakum bihī 'ilm: Tentang perkara yang tidak kalian ketahui, yaitu perkara Nabi Ibrahim yang tidak tercantum dalam kitab kalian.
Tafsir Ayat:
Wahai Ahlul Kitab! Sungguh mengherankan keadaan kalian. Kalian berani berdebat dengan Nabi Muhammad ﷺ tentang perkara yang kalian ketahui kebenarannya dari kitab-kitab kalian, seperti masalah kenabian dan syariat Musa dan Isa. Kalian mengakui hal itu dengan lisan kalian sendiri. Namun, mengapa kalian juga berdebat tentang perkara yang sama sekali tidak kalian ketahui, yaitu tentang agama dan kisah Nabi Ibrahim? Padahal Ibrahim bukanlah seorang Yahudi maupun Nasrani, dan hal itu tidak pernah disebutkan dalam kitab kalian. Kalian hanya menebak-nebak dan mengikuti prasangka semata.
Allah ﷻ Maha Mengetahui hakikat segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, termasuk keadaan Nabi Ibrahim yang sebenarnya. Sedangkan kalian tidak mengetahui hal itu sedikit pun. Maka alangkah baiknya jika kalian tidak berbicara tentang sesuatu yang tidak kalian ketahui, dan hendaknya kalian merujuk kepada ilmu yang benar yang datang dari Allah melalui wahyu-Nya.
Hikmah dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah adab yang sangat agung dalam berdiskusi dan berdebat: hendaknya seseorang hanya berbicara tentang apa yang ia ketahui, dan tidak memaksakan diri berdebat tentang hal yang tidak ia kuasai ilmunya. Betapa banyak perpecahan dan permusuhan terjadi karena manusia berbicara tanpa ilmu.
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi ilmu dan kejujuran. Seorang muslim sejati adalah ia yang berani mengatakan "saya tidak tahu" terhadap perkara yang tidak ia ketahui, dan tidak berdebat dengan kebatilan. Allah ﷻ memuji orang-orang yang berilmu dan mengangkat derajat mereka. Maka mari kita jadikan ilmu sebagai cahaya dalam setiap langkah kita, dan janganlah kita terjebak dalam perdebatan yang sia-sia tanpa dasar pengetahuan yang benar.
Ingatlah, Allah ﷻ Maha Mengetahui segala sesuatu, sedangkan kita manusia sangat terbatas pengetahuannya. Maka bersikap rendah hati dalam menerima kebenaran adalah kunci keselamatan, dan menjauhi perdebatan yang tidak bermanfaat adalah tanda ketaqwaan. Semoga Allah ﷻ senantiasa membimbing kita di atas ilmu yang bermanfaat dan amal yang diterima.
📜 Ayat 64-68 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 66
Surat Ali Imran Ayat 66 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang…Surat Ayat 66/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 64–68. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








