Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- وَاقْصِدْ : Bersikap sederhana dan seimbang, tidak berlebihan dan tidak pula kurang.
- فِي مَشْيِكَ : Dalam cara berjalanmu.
- وَاغْضُضْ : Rendahkan dan pelankan.
- أَنْكَرَ : Paling buruk dan paling tidak disukai.
Tafsir Ayat:
Wahai anakku yang saleh, jadikanlah sikap sederhana dan seimbang sebagai ciri khasmu dalam berjalan. Janganlah engkau berjalan dengan langkah yang sombong dan angkuh, karena itu dibenci Allah, dan jangan pula engkau berjalan dengan lemah lunglai seperti orang sakit, karena itu menunjukkan kelemahan. Berjalanlah dengan tenang, penuh wibawa, dan menunjukkan rasa tawadhu' (rendah hati) di hadapan Allah dan sesama manusia.
Demikian pula dalam berbicara, rendahkanlah suaramu dan janganlah engkau mengeraskannya tanpa keperluan. Suara yang keras dan melengking bukanlah ciri orang yang beradab dan beriman. Allah mengingatkan kita dengan perumpamaan yang sangat jelas: sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai, yang dimulai dengan ringkikan yang keras dan diakhiri dengan suara yang tidak enak didengar. Ini adalah peringatan agar kita tidak meniru sifat-sifat yang tercela.
Namun perlu dipahami, bahwa mengeraskan suara diperbolehkan dalam keadaan tertentu yang dibenarkan syariat, seperti ketika berdakwah, mengajar, atau untuk keperluan yang penting. Yang dilarang adalah mengeraskan suara tanpa hajat dan tanpa adab.
Hikmah dan Nasihat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah nasihat agung dari Luqman al-Hakim kepada anaknya, dan Allah abadikan dalam Al-Qur'an agar menjadi pelajaran bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman. Betapa indahnya pendidikan yang diajarkan oleh seorang ayah yang saleh kepada anaknya, dan betapa sayangnya Allah kepada kita dengan menurunkan petunjuk ini.
Marilah kita renungkan, bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan keindahan dalam segala hal—dalam berjalan, berbicara, bahkan dalam bernapas sekalipun. Orang yang beriman adalah orang yang hadirnya membawa ketenangan, ucapannya membawa kebaikan, dan sikapnya menjadi teladan. Ketika kita berjalan dengan rendah hati dan berbicara dengan lemah lembut, sesungguhnya kita sedang meneladani akhlak para nabi dan orang-orang saleh.
Janganlah kita sia-siakan nasihat agung ini. Jadikanlah setiap langkah kaki kita sebagai ibadah, dan setiap kata yang keluar dari lisan kita sebagai sedekah. Dengan demikian, kita akan menjadi pribadi yang dicintai Allah dan disayangi sesama manusia. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati dan berbicara dengan perkataan yang baik. Aamiin.
📜 Ayat 17-21 — Luqman
Terjemah — Luqman 19
Surat Luqman Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk…Surat Ayat 19/34 — Luqman لقمان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Luqman Dengarkan, Luqman Terjemah, Luqman mp3, Luqman pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








