Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Abā (أَبَا): berarti ayah atau bapak kandung.
- Khataman Nabiyyīn (خَاتَمَ النَّبِيِّينَ): penutup para nabi, yaitu nabi terakhir yang tidak ada nabi lagi setelahnya.
- Rijālikum (رِجَالِكُمْ): laki-laki dewasa di antara kalian.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini turun untuk meluruskan pemahaman yang keliru di kalangan masyarakat saat itu. Sebagian orang mengira bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah ayah dari Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu, karena beliau pernah mengangkatnya sebagai anak angkat sebelum Islam melarang praktik tersebut. Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dengan tegas: Muhammad ﷺ bukanlah ayah kandung dari salah seorang laki-laki di antara kalian. Beliau tidak melahirkan Zaid atau siapa pun dari kalangan laki-laki yang ada. Karena itu, tidak ada hubungan mahram antara beliau dengan istri Zaid setelah Zaid menceraikannya dan masa iddahnya selesai. Dengan demikian, Allah membolehkan Nabi-Nya menikahi Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anha setelah perceraian tersebut, untuk menghapuskan tradisi jahiliyah yang menganggap anak angkat sama seperti anak kandung.
Akan tetapi, kedudukan Nabi Muhammad ﷺ jauh lebih mulia daripada sekadar menjadi ayah bagi seseorang. Beliau adalah Rasulullah — utusan Allah yang diutus kepada seluruh umat manusia — dan Khataman Nabiyyīn, yaitu penutup para nabi. Tidak ada nabi setelah beliau hingga hari kiamat. Barangsiapa yang mengaku menjadi nabi setelah beliau, maka ia adalah pendusta. Adapun Nabi Isa 'alaihis salam yang akan turun di akhir zaman, beliau bukanlah nabi baru, melainkan nabi yang diutus sebelumnya dan akan mengikuti syariat Nabi Muhammad ﷺ, serta shalat menghadap kiblat yang sama, seakan-akan beliau adalah bagian dari umat ini.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menutup ayat ini dengan firman-Nya: "Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." Ini adalah jaminan bahwa Allah mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Allah mengetahui bahwa kemaslahatan umat manusia terletak pada diutusnya Nabi Muhammad ﷺ sebagai penutup para nabi, dan Allah mengetahui segala sesuatu yang telah Dia tetapkan dalam urusan seluruh makhluk-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengandung pelajaran yang sangat agung bagi kita semua. Pertama, kita harus meyakini dengan sepenuh hati bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup seluruh nabi dan rasul. Tidak ada lagi syariat baru setelah syariat beliau, dan tidak ada lagi kitab suci setelah Al-Qur'an. Maka berpegang teguhlah dengan sunnah beliau, karena itulah jalan keselamatan.
Kedua, ayat ini mengajarkan kita untuk menjunjung tinggi kehormatan Nabi ﷺ dan mencintainya melebihi cinta kita kepada siapa pun, bahkan melebihi cinta kepada ayah dan anak kita sendiri. Kedudukan beliau sebagai Rasulullah jauh lebih mulia daripada sekadar hubungan darah.
Ketiga, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Dia mengetahui apa yang terbaik bagi kita, meskipun terkadang kita tidak memahaminya. Maka berserahdirilah kepada Allah, ikhlaskan hati dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, niscaya kita akan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk umat Nabi Muhammad ﷺ yang setia mengikuti sunnahnya, dan mempertemukan kita dengannya di telaga surga kelak. Aamiin.
📜 Ayat 38-42 — Al-Ahzab
Terjemah — Al-Ahzab 40
Surat Al-Ahzab Ayat 40 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara…Surat Ayat 40/73 — Al-Ahzab الأحزاب (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahzab Dengarkan, Al-Ahzab Terjemah, Al-Ahzab mp3, Al-Ahzab pdf. Ayat 38–42. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








