Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- اَلْعَرِمِ (al-'arim): Bendungan air yang kokoh dan kuat yang dibangun untuk menahan air.
- خَمْطٍ (khamth): Pohon yang berbuah pahit lagi tidak enak rasanya.
- أَثْلٍ (atsl): Sejenis pohon yang mirip dengan pohon tarfa' (tamarisk) yang tidak menghasilkan buah.
- سِدْرٍ (sidr): Pohon bidara yang buahnya dikenal dengan sebutan "nabq".
Tafsir Lengkap:
Setelah kami mengabulkan doa mereka dan memberikan nikmat yang melimpah berupa dua kebun yang subur di negeri Saba', mereka justru berpaling dari perintah Allah dan mengingkari nikmat-Nya. Mereka bahkan berkata dengan sombongnya, "Kami tidak merasakan adanya nikmat dari Tuhan kami," dan mereka menantang agar nikmat itu dicabut jika memang benar datangnya dari Allah. Sungguh suatu keangkuhan yang luar biasa!
Maka Allah pun murka dan menjatuhkan hukuman yang setimpal. Kami kirimkan kepada mereka banjir besar yang dahsyat—banjir yang menghancurkan bendungan kokoh yang selama ini menjadi sumber kemakmuran mereka. Air bah itu meluluhlantakkan segalanya, menenggelamkan kebun-kebun yang subur, dan menghancurkan kehidupan mereka yang sebelumnya penuh berkah.
Sebagai pengganti dua kebun yang indah dengan buah-buahan yang lezat dan lezatnya rezeki, Kami ganti dengan dua kebun yang menghasilkan buah yang pahit dan tidak enak dimakan, ditumbuhi pohon atsl yang tidak berbuah sama sekali, dan hanya sedikit sekali pohon bidara yang berduri. Sungguh, ini adalah pergantian yang sangat menyakitkan—dari nikmat menjadi azab, dari kesuburan menjadi kehancuran.
Saudaraku, perhatikanlah! Ini semua terjadi karena kekufuran mereka dan karena mereka tidak mau bersyukur atas nikmat Allah yang begitu besar. Allah tidak menzalimi mereka sedikit pun, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. Dan azab yang demikian pedih ini hanyalah balasan yang setimpal bagi orang-orang yang sangat ingkar dan membangkang.
Renungan dan Pelajaran:
Kisah ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Nikmat Allah itu amanah yang harus dijaga dengan syukur dan ketaatan. Ketika kita diberi kelapangan rezeki, kesehatan, keamanan, dan ketenangan, janganlah sekali-kali kita merasa sombong dan lupa bahwa semua itu berasal dari Allah. Syukur bukan hanya dengan ucapan "Alhamdulillah", tetapi juga dengan menggunakan nikmat tersebut di jalan ketaatan dan kebaikan.
Sebaliknya, ketika nikmat dicabut, itu adalah teguran dari Allah agar kita kembali kepada-Nya. Maka jadilah hamba yang selalu bersyukur, niscaya Allah akan menambah nikmat-Nya. Dan ingatlah, balasan Allah itu adil—bagi yang bersyukur akan ditambah, dan bagi yang kufur akan mendapat azab yang pedih. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat ingkar nikmat dan senantiasa menjadi hamba yang pandai bersyukur. Aamiin.
📜 Ayat 14-18 — Saba
Terjemah — Saba 16
Surat Saba Ayat 16 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang…Surat Ayat 16/54 — Saba سبأ (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Saba Dengarkan, Saba Terjemah, Saba mp3, Saba pdf. Ayat 14–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








