Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Kafur (الْكَفُورُ): Orang yang sangat ingkar dan membangkang, yang menutup nikmat Allah dengan kekufuran, bukan sekadar orang kafir biasa, tetapi yang keterlaluan dalam kekufuran dan pengingkaran nikmat.
Tafsir Ayat:
Demikianlah balasan yang Kami berikan kepada mereka, yaitu berupa pergantian dua kebun yang subur dan indah dengan kebun-kebun yang penuh dengan buah yang pahit lagi tidak enak dimakan, serta pohon-pohon yang tidak berbuah, dan sedikit pohon bidara yang berduri. Semua itu adalah akibat dari kekufuran mereka dan keengganan mereka untuk bersyukur atas nikmat-nikmat Allah yang melimpah. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka, berpaling dari perintah Allah, dan tidak mau berterima kasih atas karunia-Nya.
Allah Ta'ala menegaskan bahwa tidak ada yang akan diberi balasan dengan azab yang demikian pedih dan berat, melainkan hanya orang-orang yang sangat ingkar dan membangkang terhadap nikmat Allah. Balasan itu setimpal dengan perbuatan mereka, sebagaimana firman Allah: "Balasan yang setimpal atas apa yang mereka kerjakan."
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita semua. Betapa besarnya kuasa Allah dalam memberi dan mencabut nikmat. Suatu kaum yang dahulunya hidup dalam kemakmuran dan kenikmatan yang melimpah, ketika mereka kufur dan tidak bersyukur, Allah mengganti nikmat itu dengan kehancuran dan kesengsaraan. Ini menjadi peringatan bagi kita agar senantiasa menjaga nikmat Allah dengan cara bersyukur dan taat kepada-Nya.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang pentingnya syukur nikmat. Nikmat Allah itu bukanlah sesuatu yang kekal dengan sendirinya, melainkan ia akan terus mengalir selama kita pandai mensyukurinya. Sebaliknya, ketika kita kufur dan bermaksiat, maka nikmat itu bisa dicabut dalam sekejap mata.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memelihara lisan kita untuk berdzikir dan memuji Allah, memelihara hati kita agar selalu merasa cukup dengan pemberian-Nya, dan memelihara anggota tubuh kita untuk taat kepada-Nya. Jangan sampai kita termasuk golongan orang-orang yang kufur nikmat, yang akhirnya merasakan akibat buruk dari kekufuran tersebut.
Ingatlah bahwa Allah itu Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Pintu taubat selalu terbuka bagi hamba-Nya yang ingin kembali. Selama kita masih hidup, selama itu pula kesempatan untuk memperbaiki diri masih terbuka lebar. Jangan biarkan nikmat yang ada membuat kita lupa kepada Sang Pemberi Nikmat. Jadikanlah setiap nikmat yang kita rasakan sebagai sarana untuk semakin dekat kepada Allah, bukan semakin jauh dari-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, dan semoga Dia senantiasa melimpahkan keberkahan-Nya kepada kita di dunia dan di akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 15-19 — Saba
Terjemah — Saba 17
Surat Saba Ayat 17 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan…Surat Ayat 17/54 — Saba سبأ (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Saba Dengarkan, Saba Terjemah, Saba mp3, Saba pdf. Ayat 15–19. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








