Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- قَدَرُوا : Mengagungkan, menghormati, atau menilai sesuai dengan hakikatnya.
- قَبْضَتُهُ : Dalam genggaman dan kekuasaan-Nya.
- مَطْوِيَّاتٌ : Digulung atau dilipat.
- يَمِينِهِ : Tangan kanan-Nya (sifat yang layak bagi Allah sesuai keagungan-Nya, tanpa menyerupakan dengan makhluk).
- سُبْحَانَهُ : Maha Suci Dia dari segala kekurangan dan keburukan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mencela orang-orang musyrik yang tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya. Mereka menyekutukan Allah dengan berhala-berhala yang tidak mampu memberi manfaat maupun mudarat, lalu menyamakan makhluk yang lemah dengan Khalik yang Maha Perkasa. Padahal, betapa agungnya kekuasaan Allah! Pada hari kiamat nanti, seluruh bumi dengan segala isinya—gunung, lautan, sungai, dan semua yang ada di atasnya—berada dalam genggaman kekuasaan-Nya. Demikian pula langit yang tujuh lapis semuanya digulung dan dilipat dalam kekuasaan tangan kanan-Nya yang Maha Mulia.
Allah Maha Suci dan Maha Tinggi dari segala apa yang mereka persekutukan. Dia tidak membutuhkan sekutu, tidak ada yang menyamai-Nya, dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa Allah memiliki sifat-sifat keagungan yang layak bagi-Nya, seperti genggaman dan tangan kanan, namun kita mengimaninya tanpa menanyakan bagaimana caranya (tanpa takyif) dan tanpa menyerupakannya dengan makhluk (tanpa tasybih).
Renungan dan Hikmah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan sejenak kebesaran Allah yang tergambar dalam ayat ini. Bumi yang kita pijak ini terasa begitu luas, dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi dan lautan yang membentang luas—semuanya hanyalah segenggam dalam kekuasaan Allah pada hari kiamat. Langit yang kita lihat membentang indah dengan bintang-bintangnya pun akan digulung oleh-Nya dengan mudah. Sungguh, betapa kecilnya kita di hadapan keagungan-Nya!
Apakah masih pantas kita menyekutukan Allah dengan sesuatu yang bahkan tidak mampu menolak seekor lalat pun dari dirinya? Apakah masih layak kita sombong dan lalai dari mengagungkan-Nya, padahal seluruh alam semesta tunduk di bawah kekuasaan-Nya?
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa merendahkan diri di hadapan Allah, memperbanyak ibadah, dan menjauhi segala bentuk kesyirikan—baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Sesungguhnya, mengagungkan Allah dengan benar adalah kunci ketenangan hati dan keselamatan di dunia maupun akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang benar-benar mengagungkan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Aamiin.
📜 Ayat 65-69 — Az-Zumar
Terjemah — Az-Zumar 67
Surat Az-Zumar Ayat 67 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal…Surat Ayat 67/75 — Az-Zumar الزمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zumar Dengarkan, Az-Zumar Terjemah, Az-Zumar mp3, Az-Zumar pdf. Ayat 65–69. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








