Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَسْتَعْجِلُ بِهَا — meminta agar hari kiamat itu disegerakan datangnya.
- مُشْفِقُونَ — merasa takut dan khawatir.
- يُمَارُونَ — berdebat, berbantah-bantahan, dan membantah dengan keras.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan dua sikap yang sangat bertolak belakang dari manusia dalam menyikapi hari kiamat.
Golongan pertama adalah orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat. Mereka dengan sombong dan penuh ejekan meminta agar hari kiamat itu segera datang. Mereka berkata dengan nada merendahkan, "Kapan datangnya janji itu?" Mereka tidak percaya akan adanya hisab, pahala, maupun siksa. Karena itulah mereka berani menantang dan mengolok-olok kedatangan hari yang pasti itu.
Adapun golongan kedua adalah orang-orang yang beriman. Hati mereka dipenuhi rasa takut dan khawatir yang mendalam apabila mengingat hari kiamat. Mereka tidak berani bermain-main dengan perkara ini. Mereka tahu persis bahwa hari itu pasti datang, dan mereka tidak tahu bagaimana keadaan mereka kelak di hadapan Allah. Apakah amal mereka diterima? Apakah dosa mereka diampuni? Karena itulah mereka senantiasa bersiap-siap dan beramal saleh dengan penuh harap dan cemas.
Allah kemudian menegaskan bahwa orang-orang yang beriman itu mengetahui dengan yakin bahwa hari kiamat adalah kebenaran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya. Keyakinan ini bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan keyakinan yang lahir dari hati yang bersih dan akal yang sehat.
Di akhir ayat, Allah menegaskan dengan tegas bahwa orang-orang yang berbantah-bantahan dan memperdebatkan tentang hari kiamat, serta berusaha meragukan kedatangannya, sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan yang sangat jauh dari kebenaran. Mereka tersesat dari jalan yang lurus, jauh dari petunjuk, dan terombang-ambing dalam kebingungan.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan sejenak. Hari kiamat adalah kepastian yang tidak bisa ditawar-tawar. Setiap jiwa akan merasakan kematian, dan setiap amal akan diperhitungkan. Orang-orang yang beriman tidak pernah merasa aman dari siksa Allah, justru karena imannya mereka senantiasa waspada dan bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Janganlah kita termasuk golongan yang mempermainkan perkara hari akhir. Jangan biarkan keraguan merasuki hati kita. Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Ia adalah ladang tempat kita menanam, dan akhirat adalah tempat kita menuai. Barangsiapa yang menanam kebaikan, ia akan menuai kebahagiaan. Dan barangsiapa yang menanam keburukan, ia akan menuai penyesalan.
Marilah kita jadikan rasa takut akan hari kiamat sebagai pendorong untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan memperbanyak kebaikan kepada sesama. Karena sesungguhnya orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelahnya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dengan benar, yang takut akan hari kiamat, dan yang beramal dengan ikhlas untuk menghadapinya. Aamiin.
📜 Ayat 16-20 — Asy-Syura
Terjemah — Asy-Syura 18
Surat Asy-Syura Ayat 18 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari…Surat Ayat 18/53 — Asy-Syura الشورى (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syura Dengarkan, Asy-Syura Terjemah, Asy-Syura mp3, Asy-Syura pdf. Ayat 16–20. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








