Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- أَمْ (am): Bahkan, atau justru. Di sini bermakna pertanyaan inkari (sanggahan) terhadap kaum musyrikin.
- شُرَكَاءُ (syurakā'): Sekutu-sekutu atau tandingan-tandingan bagi Allah.
- شَرَعُوا (syara'ū): Menetapkan, membuat aturan, atau mensyariatkan.
- كَلِمَةُ الْفَصْلِ (kalimatul fashl): Ketetapan Allah yang telah diputuskan, yaitu penundaan azab sampai hari kiamat.
Tafsir Lengkap:
Wahai saudaraku seiman, perhatikanlah dengan hati yang jernih! Allah Subhanahu wa Ta'ala menanyakan kepada kaum musyrikin dengan pertanyaan yang penuh makna: "Apakah mereka memiliki sekutu-sekutu yang mensyariatkan bagi mereka agama yang tidak diizinkan oleh Allah?" Pertanyaan ini adalah sanggahan yang tegas terhadap kebatilan mereka.
Mereka yang menyekutukan Allah telah membuat-buat aturan agama sendiri. Mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan, mengharamkan apa yang Allah halalkan, dan mempersekutukan Allah dengan berhala-berhala serta sesembahan palsu. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah satu-satunya Dzat yang berhak menetapkan syariat. Tidak ada seorang pun yang boleh membuat aturan agama tanpa izin dari-Nya. Syariat yang benar hanyalah yang datang dari Allah melalui para rasul-Nya, bukan karangan manusia atau bisikan setan.
Sungguh, jika bukan karena ketetapan Allah yang telah mendahului untuk menunda azab sampai waktu yang ditentukan, niscaya akan disegerakan keputusan di antara mereka di dunia ini. Orang-orang yang zalim itu akan segera mendapatkan siksa di dunia sebelum akhirat. Akan tetapi, Allah Maha Penyantun lagi Maha Bijaksana. Dia memberi tenggang waktu agar mereka mau bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
Namun jangan sekali-kali terlena! Sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim — yang menzalimi diri mereka sendiri dengan kesyirikan dan kemaksiatan — telah tersedia azab yang sangat pedih di akhirat kelak. Tidak ada satu pun perbuatan zalim yang luput dari pengawasan Allah, dan setiap kezaliman akan mendapat balasannya.
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita betapa agungnya kedudukan syariat Allah. Islam adalah agama yang sempurna, datang dari Allah Yang Maha Mengetahui segala kebutuhan hamba-Nya. Janganlah kita tergoda untuk mengikuti aturan-aturan buatan manusia yang bertentangan dengan wahyu Allah. Karena keselamatan hanya ada pada mengikuti apa yang telah disyariatkan Allah dan Rasul-Nya, bukan pada apa yang dibuat-buat oleh hawa nafsu atau tradisi yang menyimpang.
Marilah kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kita petunjuk melalui Al-Qur'an dan Sunnah. Jadikanlah syariat Islam sebagai pedoman hidup kita dalam segala aspek, karena di dalamnya terdapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan jauhilah segala bentuk kesyirikan serta kemaksiatan, agar kita termasuk golongan yang selamat dari azab yang pedih dan mendapatkan ridha Allah di surga-Nya yang kekal.
📜 Ayat 19-23 — Asy-Syura
Terjemah — Asy-Syura 21
Surat Asy-Syura Ayat 21 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka…Surat Ayat 21/53 — Asy-Syura الشورى (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syura Dengarkan, Asy-Syura Terjemah, Asy-Syura mp3, Asy-Syura pdf. Ayat 19–23. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








