Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- "Jaalū" (جَعَلُوا): Menetapkan atau menjadikan, dalam konteks ini berarti menganggap dan menamakan.
- "Ibādur-Raḥmān" (عِبَادُ الرَّحْمَنِ): Para hamba Allah Yang Maha Pengasih. Ini menunjukkan bahwa malaikat adalah makhluk yang tunduk dan patuh kepada Allah, bukan anak-Nya.
- "Ināthan" (إِنَاثًا): Perempuan-perempuan. Mereka mengklaim bahwa malaikat adalah makhluk berjenis kelamin perempuan.
- "Syahādah" (شَهَادَة): Kesaksian atau pengakuan yang mereka ucapkan tanpa dasar ilmu.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan kebodohan dan kedustaan orang-orang musyrik yang menamakan malaikat sebagai makhluk perempuan, bahkan mereka menganggap malaikat sebagai anak-anak perempuan Allah. Padahal malaikat adalah hamba-hamba Allah yang mulia, makhluk yang senantiasa taat dan tidak pernah mendurhakai perintah-Nya. Mereka bukan laki-laki dan bukan perempuan, melainkan makhluk ciptaan Allah yang memiliki sifat-sifat khusus yang tidak kita ketahui hakikatnya.
Allah kemudian menegur mereka dengan pertanyaan yang menusuk: "Apakah mereka menyaksikan proses penciptaan malaikat sehingga mereka berani memastikan bahwa malaikat itu berjenis kelamin perempuan?" Tentu saja tidak! Mereka sama sekali tidak hadir dan tidak mengetahui hal itu. Ini hanyalah dugaan kosong dan kebohongan belaka yang mereka karang-karangkan tanpa dasar ilmu sedikit pun.
Allah menegaskan bahwa kesaksian palsu mereka itu akan dicatat oleh para malaikat pencatat amal, dan kelak di hari kiamat mereka akan ditanya serta dimintai pertanggungjawaban atas kebohongan besar ini. Mereka akan menerima balasan yang setimpal atas ucapan mereka yang menghina makhluk-makhluk Allah yang mulia itu.
Pelajaran dan Hikmah:
Ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: betapa pentingnya menjaga lisan dan tidak berbicara tentang sesuatu tanpa ilmu. Orang-orang musyrik itu berbicara tentang malaikat —makhluk gaib yang tidak pernah mereka lihat— dengan penuh kepastian dan keyakinan yang keliru. Mereka tidak malu mengaku-ngaku mengetahui sesuatu yang sebenarnya tidak mereka ketahui sama sekali.
Sebagai seorang muslim, kita patut bersyukur karena Allah telah membimbing kita kepada kebenaran melalui Al-Qur'an. Kita tidak perlu berspekulasi tentang hal-hal gaib yang tidak dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Cukuplah kita beriman kepada malaikat sebagaimana adanya —mereka adalah makhluk yang dimuliakan, selalu taat, dan menjadi perantara pelaksanaan berbagai urusan Allah di alam semesta ini.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa berhati-hati dalam berbicara, terutama tentang perkara-perkara agama dan hal-hal gaib. Janganlah kita mengikuti jejak orang-orang yang berkata tanpa ilmu, karena setiap ucapan kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat lancang berbicara tentang apa yang tidak kita ketahui, dan menjadikan kita hamba-hamba yang berilmu dan bertakwa. Aamiin.
📜 Ayat 17-21 — Az-Zukhruf
Terjemah — Az-Zukhruf 19
Surat Az-Zukhruf Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah…Surat Ayat 19/89 — Az-Zukhruf الزخرف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zukhruf Dengarkan, Az-Zukhruf Terjemah, Az-Zukhruf mp3, Az-Zukhruf pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








