Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Żalamnāhum: Kami menganiaya atau menzalimi mereka.
- Aż-Żālimīn: Orang-orang yang zalim, yaitu yang menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.
Tafsir:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dengan tegas bahwa Dia tidak pernah menzalimi hamba-hamba-Nya sedikit pun. Ketika orang-orang kafir itu dimasukkan ke dalam neraka dan merasakan pedihnya azab yang tiada henti, mereka tidak boleh menuduh Allah berlaku zalim kepada mereka. Sungguh mustahil bagi Allah untuk berbuat zalim, karena kezaliman berasal dari kebodohan, kelemahan, atau kebutuhan — dan Allah Maha Suci dari semua itu.
Akan tetapi, merekalah sebenarnya orang-orang yang zalim terhadap diri mereka sendiri. Mereka menzalimi diri dengan memilih jalan kekufuran dan kesyirikan, padahal akal dan fitrah mereka telah menunjukkan kebenaran. Mereka menempatkan ibadah dan penghambaan kepada sesuatu yang tidak layak disembah — berhala, patung, dan makhluk — sementara mereka berpaling dari Allah yang Maha Pencipta, Maha Pemberi Rezeki, dan Maha Pengatur segala urusan. Mereka juga menempatkan kekufuran dan keingkaran di hadapan Allah yang seharusnya mereka imani dan syukuri.
Maka azab yang mereka terima adalah buah dari kezaliman mereka sendiri, bukan keputusan yang tidak adil dari Allah. Allah telah mengutus para rasul, menurunkan kitab-kitab, dan memberikan akal serta hati nurani sebagai petunjuk. Barang siapa memilih sesat setelah jelas kebenaran, maka kesesatannya itu adalah kezaliman terhadap dirinya sendiri.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip keadilan yang agung: Allah tidak pernah menzalimi siapa pun. Setiap musibah, setiap ujian, dan setiap azab yang menimpa manusia adalah akibat dari perbuatan mereka sendiri. Ini menunjukkan betapa Maha Adil dan Maha Bijaksana Allah dalam setiap ketetapan-Nya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa introspeksi diri. Jika kita tertimpa keburukan, jangan tergesa-gesa menyalahkan takdir, tetapi bertanyalah: "Apa yang telah aku perbuat?" Sungguh, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang — pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya.
Jangan biarkan diri kita termasuk golongan yang zalim terhadap diri sendiri dengan terus-menerus dalam kemaksiatan. Allah menunggu kembalinya hamba-hamba-Nya dengan rahmat dan ampunan yang tiada batas. Setiap detik yang kita lalui adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan meraih kebahagiaan hakiki di dunia maupun di akhirat.
📜 Ayat 74-78 — Az-Zukhruf
Terjemah — Az-Zukhruf 76
Surat Az-Zukhruf Ayat 76 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri…Surat Ayat 76/89 — Az-Zukhruf الزخرف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zukhruf Dengarkan, Az-Zukhruf Terjemah, Az-Zukhruf mp3, Az-Zukhruf pdf. Ayat 74–78. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








