Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَلِلَّهِ الْحَمْدُ: Maka hanya bagi Allah segala pujian dan sanjungan.
- رَبِّ السَّمَاوَاتِ: Tuhan yang menciptakan, mengatur, dan menguasai seluruh langit.
- رَبِّ الْأَرْضِ: Tuhan yang menciptakan, mengatur, dan menguasai bumi.
- رَبِّ الْعَالَمِينَ: Tuhan seluruh makhluk, dari golongan manusia, jin, malaikat, hewan, tumbuhan, hingga seluruh alam semesta.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan berbagai nikmat dan kebesaran-Nya dalam ayat-ayat sebelumnya, ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah-lah yang berhak menerima segala pujian dan syukur. Segala pujian, baik yang terucap dari lisan maupun yang tersimpan dalam hati, hanyalah milik Allah semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam menerima pujian tersebut.
Allah adalah Rabb (Tuhan) yang menciptakan, memiliki, dan mengatur seluruh langit yang menjulang tinggi beserta isinya. Dia pula yang menciptakan dan mengatur bumi dengan segala isinya. Dan Dia adalah Rabb seluruh alam, yaitu semua makhluk yang ada di alam semesta ini, baik yang tampak maupun yang tidak tampak.
Ayat ini merupakan puncak dari segala pujian, yang mencakup pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Dengan mengucapkan pujian ini, seorang hamba menyatakan ketundukan totalnya kepada Allah dan melepaskan diri dari segala bentuk kesyirikan. Ini juga merupakan pelajaran berharga bagi kita bahwa segala nikmat yang kita rasakan, baik yang besar maupun yang kecil, semuanya berasal dari Allah. Maka, selayaknya kita senantiasa memuji-Nya dalam setiap keadaan.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah keindahan luar biasa: bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti kebesaran Allah. Setiap kali kita memandang langit yang biru, bumi yang terbentang luas, atau merenungkan keagungan ciptaan-Nya, maka sudah sepantasnya hati kita dipenuhi rasa syukur dan lisan kita mengucap "Alhamdulillah".
Pujian kepada Allah bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga pengakuan bahwa semua urusan kita, baik dunia maupun akhirat, kita serahkan sepenuhnya kepada-Nya. Ketika kita memuji Allah, hati kita menjadi tenang, jiwa kita menjadi lapang, dan hidup kita terasa bermakna. Mari kita biasakan lisan kita senantiasa berzikir dan memuji Allah dalam setiap kesempatan, karena dengan itulah kita merasakan manisnya iman dan dekatnya kita kepada Sang Pencipta. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan selalu memuji-Nya di setiap waktu. Aamiin.
📜 Ayat 34-37 — Al-Jasiyah
Terjemah — Al-Jasiyah 36
Surat Ayat 36/37 — Al-Jasiyah الجاثية (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Jasiyah Dengarkan, Al-Jasiyah Terjemah, Al-Jasiyah mp3, Al-Jasiyah pdf. Ayat 34–37. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








