Al-Ahqaf · 11/35
Terjemah Transliterasi — Al-Ahqaf
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا لَوْ كَانَ خَيْرًا مَّا سَبَقُونَا إِلَيْهِ ۚ وَإِذْ لَمْ يَهْتَدُوا بِهِ فَسَيَقُولُونَ هَٰذَا إِفْكٌ قَدِيمٌ ۝١١
Wa qaalal lazeena kafaroo lillazeena aamanoo law kaana khairam maa sabaqoonaaa ilyh; wa iz lam yahtadoo bihee fasa yaqooloona haazaaa ifkun qadeem
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: "Ini adalah dusta yang lama".
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Sabagūnā: Mereka mendahului kami.
  • Ifk: Kebohongan atau tuduhan palsu.
  • Qadīm: Lama, kuno, atau sudah berlalu.

Tafsir Ayat:

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan tentang sikap orang-orang kafir yang penuh kesombongan dan keangkuhan terhadap orang-orang beriman. Mereka berkata dengan nada merendahkan, "Seandainya apa yang dibawa oleh Muhammad ini benar-benar kebaikan, tentu mereka (para budak, orang-orang miskin, dan kaum lemah) tidak akan mendahului kami untuk beriman kepadanya."

Ucapan ini lahir dari hati yang dipenuhi kesombongan dan pandangan yang merendahkan orang lain. Mereka mengira bahwa keimanan hanyalah milik orang-orang yang mereka anggap rendah dalam pandangan sosial mereka. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah membuka hati siapa saja yang Dia kehendaki untuk menerima hidayah, tanpa memandang status sosial, harta, atau keturunan.

Kemudian Allah menjelaskan bahwa karena mereka tidak mendapat petunjuk dengan Al-Qur'an dan tidak mengambil manfaat dari kebenaran yang terkandung di dalamnya, mereka akan berkata, "Ini adalah kebohongan kuno yang diceritakan oleh orang-orang terdahulu." Mereka menuduh Al-Qur'an sebagai dongeng lama yang diambil dari kitab-kitab terdahulu, padahal Al-Qur'an adalah firman Allah yang hidup dan relevan sepanjang masa.

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa keimanan bukanlah soal status sosial atau kekayaan. Banyak orang-orang besar dan mulia di sisi Allah adalah mereka yang sederhana dalam pandangan manusia, namun agung di sisi Allah karena ketakwaan dan keimanan mereka. Sejarah telah membuktikan bahwa para sahabat yang pertama kali beriman—seperti Bilal, Ammar, dan Khabbab—adalah orang-orang yang dipandang hina oleh kaum Quraisy, namun Allah mengangkat derajat mereka setinggi-tingginya.

Saudaraku, janganlah engkau tertipu oleh penilaian manusia. Yang menjadi ukuran kemuliaan di sisi Allah hanyalah ketakwaan. Ketika Allah membuka hatimu untuk menerima kebenaran, itu adalah nikmat terbesar yang tidak ternilai. Maka berpegangteguhlah pada Al-Qur'an dan sunnah, niscaya engkau akan merasakan manisnya iman yang tidak pernah dirasakan oleh mereka yang sombong dan berpaling dari kebenaran.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 9-13 — Al-Ahqaf

9قُلْ مَا كُنتُ بِدْعًا مِّنَ الرُّسُلِ وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلَا بِكُمْ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُّبِينٌ
Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
10قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن كَانَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَكَفَرْتُم بِهِ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ مِثْلِهِ فَآمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim".
11وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا لَوْ كَانَ خَيْرًا مَّا سَبَقُونَا إِلَيْهِ ۚ وَإِذْ لَمْ يَهْتَدُوا بِهِ فَسَيَقُولُونَ هَٰذَا إِفْكٌ قَدِيمٌ
Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: "Ini adalah dusta yang lama".
12وَمِن قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ وَهَٰذَا كِتَابٌ مُّصَدِّقٌ لِّسَانًا عَرَبِيًّا لِّيُنذِرَ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَبُشْرَىٰ لِلْمُحْسِنِينَ
Dan sebelum Al Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
13إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.
Al-AhqafIndeks Quran
35Ayat
MakkiyahRevelation
11Ayat

Terjemah — Al-Ahqaf 11

Surat Al-Ahqaf Ayat 11 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau sekiranya…

Surat Ayat 11/35 — Al-Ahqaf الأحقاف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahqaf Dengarkan, Al-Ahqaf Terjemah, Al-Ahqaf mp3, Al-Ahqaf pdf. Ayat 9–13. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu