Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Lāstum 'alā syai' : Kalian tidak berada di atas sesuatu apa pun (tidak memiliki pegangan agama yang benar).
- Tuqīmū at-Taurāh wal-Injīl : Mengamalkan isi Taurat dan Injil dengan benar, termasuk beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ yang disebutkan di dalamnya.
- Ṭugyānan wa kufrā : Melampaui batas (kesombongan) dan pengingkaran yang semakin bertambah.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi tercinta, Allah memerintahkanmu untuk menyampaikan kepada Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dengan penuh kelembutan namun tegas: "Kalian sama sekali tidak berada di atas sesuatu yang berarti dari agama yang benar, selama kalian tidak mengamalkan apa yang ada di dalam Taurat dan Injil, serta apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, yaitu Al-Qur'an."
Mengapa demikian? Karena mengamalkan Taurat dan Injil secara benar dan konsekuen pasti akan membawa mereka kepada keimanan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Sebab, di dalam kitab-kitab tersebut terdapat kabar gembira tentang kedatangannya dan perintah untuk mengikutinya. Maka, barang siapa yang mengaku berpegang pada Taurat dan Injil tetapi menolak Al-Qur'an, maka pengakuannya itu hanyalah klaim kosong tanpa bukti.
Allah kemudian mengabarkan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu justru menambah kebanyakan dari mereka semakin jauh dari kebenaran. Mereka semakin sombong dan kufur karena kedengkian dan kesombongan mereka. Mereka tidak mau tunduk kepada kebenaran yang datang, bahkan mereka semakin membenci dan menentang.
Maka Allah menghibur Nabi-Nya: "Janganlah engkau bersedih hati terhadap kaum yang kafir itu." Karena sesungguhnya di dalam diri orang-orang mukmin yang mengikutimu terdapat kecukupan dan kebahagiaan. Jangan biarkan kesedihan menguasai hatimu, karena mereka sebenarnya hanya merugikan diri mereka sendiri.
Hikmah dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa keimanan yang benar bukan sekadar klaim atau pengakuan lisan, melainkan harus dibuktikan dengan pengamalan yang konsisten terhadap seluruh wahyu Allah. Siapa pun yang mengaku beriman kepada kitab sucinya namun menolak kebenaran yang datang kemudian, maka ia tidak berada di atas sesuatu apa pun.
Betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk menghormati kitab-kitab sebelumnya, namun sekaligus menegaskan bahwa kebenaran final ada pada Al-Qur'an. Ini adalah rahmat Allah yang sempurna bagi seluruh umat manusia. Maka berbahagialah kita yang telah diberi petunjuk untuk beriman kepada seluruh kitab Allah tanpa membeda-bedakan, dan beramal dengan Al-Qur'an sebagai petunjuk terakhir yang menyempurnakan.
Jangan pernah bersedih ketika ada orang yang menolak kebenaran, karena hidayah itu hak prerogatif Allah. Tugas kita hanyalah menyampaikan dengan baik, dan Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Teruslah berbuat baik dan berpegang teguh pada ajaran agama ini, niscaya Allah akan mencukupi kita dan memuliakan kita di dunia maupun akhirat.
📜 Ayat 66-70 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 68
Surat Al-Maidah Ayat 68 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga…Surat Ayat 68/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 66–70. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








