Al-Maidah · 77/120
Terjemah Transliterasi — Al-Maidah
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِن قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَن سَوَاءِ السَّبِيلِ ۝٧٧
Qul yaaa Ahlal Kitaabi laa taghloo fee deenikum ghairal haqqi wa laa tattabi`ooo ahwaaa`a qawmin qad dalloo min qablu wa adalloo kaseeranw wa dalloo `an Sawaaa`is Sabeel
📖 Arti Bahasa Indonesia
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus".
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Lā Taghlū (لَا تَغْلُواْ): Janganlah kalian melampaui batas. Ghuluw (غلو) berarti berlebih-lebihan dalam perkara agama, melampaui batas yang telah ditetapkan oleh Allah.
  • Ahwā` (أَهْوَاء): Bentuk jamak dari *hawan* (هوى), yaitu keinginan hawa nafsu yang menyimpang dari kebenaran.
  • Sawā` al-Sabīl (سَوَاء السَّبِيل): Jalan yang lurus dan pertengahan, yaitu jalan yang benar yang tidak bengkok ke kiri maupun ke kanan.

Tafsir Ayat:

Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada Ahli Kitab—khususnya kaum Nasrani—dengan penuh kelembutan namun tegas: "Janganlah kalian melampaui batas dalam urusan agama kalian dengan cara yang tidak benar!" Maksudnya, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam mengagungkan para nabi dan orang-orang saleh sehingga mengangkat mereka ke derajat ketuhanan, sebagaimana yang kalian lakukan terhadap Nabi Isa 'alaihissalam dengan menganggapnya sebagai anak Allah. Padahal beliau hanyalah seorang hamba dan rasul-Nya yang mulia.

Allah juga melarang mereka mengikuti hawa nafsu dan kebiasaan buruk nenek moyang mereka yang telah tersesat sebelum datangnya Islam. Mereka itulah yang menyesatkan banyak orang dari kalangan pengikut mereka, sehingga manusia tersesat dari jalan yang lurus dan tenggelam dalam kesesatan yang berlapis-lapis. Mereka tersesat dari kebenaran, menyesatkan orang lain, dan akhirnya menjauh dari jalan pertengahan yang diridhai Allah—yaitu jalan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Ayat ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa berlebih-lebihan dalam agama—baik dalam hal ibadah maupun dalam mengagungkan seseorang—adalah pintu menuju kesesatan. Islam mengajarkan keseimbangan; tidak berlebihan dan tidak pula meremehkan. Maka jauhilah sikap ekstrem, dan berpeganglah pada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai jalan yang lurus menuju keridhaan Allah.


Hikmah dan Nasihat:

Saudaraku kaum Muslimin, ayat ini mengingatkan kita akan bahaya ghuluw (berlebihan) dalam beragama. Sejarah membuktikan bahwa umat-umat terdahulu hancur karena sikap ekstrem mereka—baik dalam keyakinan maupun amalan. Maka jadilah umat yang wasathiyah (pertengahan), yang mencintai para nabi dan orang saleh tanpa mengangkat mereka ke derajat yang tidak semestinya, dan yang beribadah dengan ikhlas tanpa menambah-nambah apa yang tidak diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

Marilah kita renungkan: betapa indahnya Islam yang mengajarkan keseimbangan. Tidak ada paksaan untuk berlebihan, tidak ada tuntutan untuk menyiksa diri, namun juga tidak ada keringanan yang melampaui batas. Semua telah diatur dengan sempurna oleh Allah Yang Maha Bijaksana. Maka berpeganglah pada Al-Qur'an dan Sunnah, niscaya kalian akan selamat di dunia dan akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah di atas jalan yang lurus. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 75-79 — Al-Maidah

75مَّا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).
76قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Katakanlah: "Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?" Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
77قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِن قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَن سَوَاءِ السَّبِيلِ
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus".
78لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ
Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
79كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.
Al-MaidahIndeks Quran
120Ayat
MadaniyahRevelation
77Ayat

Terjemah — Al-Maidah 77

Surat Al-Maidah Ayat 77 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan…

Surat Ayat 77/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 75–79. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu