Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Asy-Syamsu (الشَّمْسُ): Matahari, bintang yang sangat besar yang diciptakan Allah sebagai sumber cahaya dan panas bagi bumi.
- Al-Qamaru (الْقَمَرُ): Bulan, benda langit yang diciptakan Allah sebagai penerang malam dan penentu waktu.
- Bihusban (بِحُسْبَانٍ): Dengan perhitungan yang teliti, teratur, dan tepat. Ada juga yang menafsirkan sebagai peredaran yang berjalan sesuai ketentuan dan takdir Allah.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan salah satu tanda kebesaran-Nya yang begitu nyata dan dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu matahari dan bulan. Keduanya tidak berjalan dengan sendirinya atau secara kebetulan, melainkan Allah-lah yang mengatur dan menundukkan keduanya dengan perhitungan yang sangat presisi dan tidak pernah meleset. Matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat setiap hari, sementara bulan beredar melalui fase-fase yang teratur—dari sabit tipis hingga purnama sempurna, lalu kembali mengecil. Semua itu berjalan dalam sistem yang telah Allah tetapkan dengan ukuran dan waktu yang sangat teliti.
Perhitungan ini bukanlah hal yang sia-sia. Allah menjadikannya sebagai sarana bagi manusia untuk menghitung bilangan tahun, mengenal musim, menentukan waktu ibadah seperti salat, puasa, haji, dan juga untuk mengatur berbagai urusan kehidupan duniawi seperti pertanian, pelayaran, dan perdagangan. Bayangkan jika matahari dan bulan berjalan tanpa aturan yang pasti, tentulah kehidupan manusia akan kacau dan tidak teratur. Namun, dengan rahmat dan hikmah-Nya, Allah menundukkan keduanya untuk kemaslahatan manusia.
Hikmah dan Pesan Dakwah:
Saudaraku, perhatikanlah betapa sempurnanya ciptaan Allah ini. Matahari dan bulan yang begitu besar dan dahsyat, namun keduanya tunduk patuh kepada perintah Allah. Mereka berjalan sesuai dengan ketentuan-Nya tanpa pernah membangkang atau melenceng sedikit pun. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita sebagai manusia yang berakal.
Jika matahari dan bulan saja yang merupakan makhluk raksasa itu tunduk kepada Allah, maka sudah sepantasnyalah kita sebagai manusia yang diberikan akal dan hati untuk juga tunduk dan patuh kepada Allah. Janganlah kita menjadi makhluk yang lebih buruk daripada matahari dan bulan yang senantiasa taat. Ketaatan mereka adalah ketaatan yang dipaksa oleh kodrat, sedangkan ketaatan kita adalah ketaatan yang lahir dari pilihan dan keimanan, sehingga nilainya jauh lebih tinggi di sisi Allah.
Marilah kita jadikan keteraturan alam semesta ini sebagai pengingat akan kebesaran Allah. Setiap kali kita melihat matahari terbit di pagi hari atau bulan bersinar di malam hari, ingatlah bahwa Allah yang mengatur semuanya. Dia-lah yang Maha Kuasa, Maha Teliti, dan Maha Bijaksana. Semakin kita merenungkan ciptaan-Nya, semakin bertambah pula keimanan dan kecintaan kita kepada-Nya. Sungguh, tidak ada satu pun ciptaan Allah yang sia-sia, semuanya memiliki hikmah dan manfaat bagi kehidupan kita.
📜 Ayat 3-7 — Ar-Rahman
Terjemah — Ar-Rahman 5
Surat Ar-Rahman Ayat 5 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.Surat Ayat 5/78 — Ar-Rahman الرحمن (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Rahman Dengarkan, Ar-Rahman Terjemah, Ar-Rahman mp3, Ar-Rahman pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








