Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Żālika: Demikian itu, merujuk pada pengiriman para rasul dan penurunan kitab-kitab sebagai peringatan.
- Lam yakun: Tidaklah (Allah) itu.
- Muhlik al-qurā: Yang membinasakan negeri-negeri (penduduknya).
- Biẓulm: Disebabkan kezaliman mereka (kesyirikan dan kemaksiatan).
- Ghāfilūn: Orang-orang yang lalai, yaitu belum mendapat peringatan dan belum sampai kepada mereka dakwah.
Tafsir Lengkap:
Ayat yang mulia ini menjelaskan salah satu prinsip keadilan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang sempurna dalam memperlakukan hamba-hamba-Nya. Allah tidak akan pernah membinasakan suatu negeri atau penduduknya karena kezaliman mereka, selama mereka masih dalam keadaan lalai—yakni belum menerima peringatan dari para rasul dan belum sampai kepada mereka ajaran yang benar.
Allah Yang Maha Bijaksana telah menetapkan sunnah-Nya yang tetap: Dia tidak menghukum suatu kaum kecuali setelah mengutus para rasul kepada mereka, membawa kabar gembira dan peringatan. Ini adalah bentuk keadilan dan kasih sayang Allah yang agung. Sebelum datangnya risalah, manusia tidak akan dituntut dan tidak akan disiksa atas apa yang mereka lakukan, karena mereka belum mengetahui kebenaran.
Dengan demikian, ayat ini menegaskan bahwa hujjah (alasan) Allah atas makhluk-Nya menjadi sempurna hanya setelah diutusnya para rasul. Maka barangsiapa yang telah sampai kepadanya dakwah, lalu ia mengingkarinya, maka ia berhak mendapatkan azab. Adapun orang yang belum sampai kepadanya dakwah, maka ia dalam keadaan "ghāfil" (lalai) yang dimaafkan, dan Allah akan mengujinya pada hari kiamat dengan ujian khusus sesuai keadilan-Nya.
Inilah rahmat Allah yang tiada tandingannya. Betapa besar kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya, sehingga Dia tidak pernah terburu-buru dalam menghukum. Bahkan ketika manusia tenggelam dalam kesyirikan dan kemaksiatan, Allah tetap memberi mereka kesempatan, mengutus para nabi dan rasul, menurunkan kitab-kitab suci, agar tidak ada seorang pun yang bisa beralasan pada hari kiamat, "Kami tidak mengetahui kebenaran."
Maka betapa beruntungnya kita yang telah menerima risalah Islam yang sempurna melalui Nabi Muhammad ﷺ. Sekarang kita tidak lagi memiliki alasan untuk terus berada dalam kelalaian. Setiap ayat Al-Qur'an yang kita baca, setiap dakwah yang kita dengar, adalah peringatan yang menghapus status "ghāfil" dari diri kita. Maka sudah seharusnya kita bersegera untuk beriman, beramal saleh, dan menjauhi segala bentuk kezaliman, agar kita termasuk golongan yang selamat dari kebinasaan dan mendapatkan ridha Allah di dunia maupun di akhirat.
Renungkanlah wahai saudaraku—betapa Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya sedikit pun. Jika kita celaka, itu karena perbuatan kita sendiri. Namun jika kita beruntung, itu semata-mata karena rahmat dan karunia-Nya. Maka bersyukurlah atas nikmat Islam dan iman ini, dan jadikanlah setiap hari sebagai kesempatan untuk semakin dekat kepada Allah, sebelum datang hari di mana penyesalan tidak lagi berguna.
📜 Ayat 129-133 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 131
Surat Al-An'am Ayat 131 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Yang demikian itu adalah karena Tuhanmu tidaklah membinasakan kota-kota secara…Surat Ayat 131/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 129–133. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








