Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ātaynā: Kami berikan.
- Al-Kitāb: Kitab Taurat.
- Tamāman: Sempurna, lengkap, atau sebagai penyempurna nikmat.
- Ala alladzī ahsana: Sebagai ganjaran atas kebaikan (ihsan) Nabi Musa dalam beramal dan menaati perintah Allah.
- Tafshīlan: Penjelasan yang terperinci.
- Hudā: Petunjuk ke jalan yang benar.
- Rahmah: Rahmat (kasih sayang) dari Allah.
- La'allahum: Agar mereka (Bani Israil).
- Bi liqā'i rabbihim: Dengan pertemuan dengan Tuhan mereka (hari kebangkitan dan perhitungan amal).
- Yu'minūn: Beriman dan meyakini.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, sampaikanlah kepada orang-orang musyrik yang mengingkari risalahmu bahwa Allah-lah yang telah memberikan kitab Taurat kepada Nabi Musa *alaihissalam* sebagai penyempurna nikmat-Nya yang agung, sebagai balasan atas kebaikan dan keikhlasan Nabi Musa dalam beribadah dan menaati perintah Tuhannya. Kitab itu diturunkan dengan kandungan yang sangat rinci dan terperinci, menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Bani Israil dalam urusan agama mereka—baik berupa hukum halal dan haram, perintah dan larangan, maupun kabar gembira dan peringatan. Taurat juga menjadi petunjuk yang menunjukkan jalan kebenaran, serta menjadi rahmat bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran darinya.
Semua itu Allah karuniakan dengan tujuan yang mulia, yaitu agar Bani Israil beriman kepada pertemuan dengan Tuhan mereka pada hari kiamat kelak, sehingga mereka mempersiapkan diri dengan amal saleh dan menjauhi kemaksiatan. Sungguh, keimanan kepada hari akhir adalah pondasi yang menjadikan seorang hamba senantiasa istiqamah di atas ketaatan dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Allah Ta'ala menyebutkan pemberian kitab Taurat kepada Nabi Musa setelah menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang lain dalam ayat-ayat sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa kitab-kitab suci yang diturunkan kepada para nabi adalah satu rangkaian cahaya petunjuk yang saling melengkapi, dan semuanya bermuara pada ajaran tauhid serta keimanan kepada hari akhir.
Al-Qur'an yang kita miliki saat ini adalah kitab terakhir yang Allah turunkan, sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Di dalamnya terdapat petunjuk yang lebih lengkap dan rahmat yang lebih luas bagi seluruh alam. Maka betapa beruntungnya kita yang telah diberikan Al-Qur'an! Sudah seharusnya kita menjadikannya sebagai pedoman hidup, membaca, memahami, dan mengamalkannya dengan penuh kecintaan.
Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa keimanan kepada pertemuan dengan Allah—yakni hari kebangkitan dan perhitungan amal—adalah kunci ketenangan hati. Ketika seseorang yakin bahwa semua amalnya akan diperlihatkan dan dibalas, ia akan bersungguh-sungguh dalam berbuat baik dan menjauhi segala larangan. Mari kita tanamkan keyakinan ini dalam hati kita, agar setiap langkah kita senantiasa dalam ridha Allah, dan kelak kita termasuk golongan yang beruntung mendapatkan syafaat dan surga-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 152-156 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 154
Surat Al-An'am Ayat 154 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kemudian Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk…Surat Ayat 154/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 152–156. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








