Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- قُلْ: Katakanlah (wahai Rasul).
- أَرَأَيْتَكُمْ: Beritahukanlah kepada-Ku atau terangkanlah kepadaku.
- السَّاعَةُ: Hari Kiamat.
- تَدْعُونَ: Kalian memohon dan meminta pertolongan.
- صَادِقِينَ: Orang-orang yang benar dalam perkataan dan pengakuan.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, sampaikanlah kepada orang-orang musyrik yang menyembah berhala itu sebuah pertanyaan yang menggugah hati nurani mereka. Katakanlah: "Beritahukanlah kepadaku, jika suatu saat azab dari Allah datang menimpa kalian di dunia ini, atau Hari Kiamat yang telah dijanjikan itu tiba-tiba datang menjemput kalian, kepada siapakah kalian akan berdoa dan memohon pertolongan? Apakah kalian akan memanggil selain Allah, seperti berhala-berhala yang selama ini kalian sembah? Ataukah kalian dengan sendirinya akan meninggalkan semua sesembahan palsu itu dan hanya berdoa kepada Allah semata?"
Sungguh, pada saat-saat kritis seperti itu, ketika tidak ada lagi harapan kecuali kepada Allah, kalian pasti akan melupakan semua berhala itu dan hanya berseru kepada Allah Yang Maha Esa. Kalian akan memohon kepada-Nya untuk menghilangkan bencana dan kesusahan yang menimpa kalian. Jika kalian mengaku benar bahwa berhala-berhala itu dapat memberikan manfaat atau menolak mudarat, maka cobalah panggil mereka pada saat itu! Tentu kalian tidak akan mampu melakukannya, karena kalian sendiri sadar bahwa berhala-berhala itu tidak berdaya sama sekali.
Ayat ini merupakan teguran yang sangat tegas terhadap kebodohan orang-orang musyrik. Mereka mengakui keesaan Allah saat ditimpa kesulitan, tetapi ketika berada dalam keadaan lapang dan senang, mereka justru menyekutukan-Nya dengan berhala-berhala yang tidak berguna. Ini menunjukkan bahwa fitrah manusia sebenarnya mengakui bahwa hanya Allah yang mampu menolong, namun setan dan hawa nafsu telah memalingkan mereka dari kebenaran.
Pesan Dakwah dan Pelajaran Berharga:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah kebenaran yang sangat dalam tentang fitrah manusia. Setiap insan, betapapun jauhnya ia dari Allah, pasti akan kembali kepada-Nya ketika ditimpa musibah besar. Ini adalah bukti bahwa tauhid (pengesaan Allah) adalah fitrah yang tertanam dalam jiwa setiap manusia.
Marilah kita renungkan: jika saja kita selalu ingat kepada Allah dalam keadaan lapang, niscaya Allah akan menolong kita di saat sempit. Janganlah kita menjadi orang yang hanya mengingat Allah ketika tertimpa musibah, lalu melupakan-Nya ketika mendapat kenikmatan. Sungguh, Allah Maha Pemurah dan Maha Penyayang, Dia selalu dekat dengan hamba-Nya yang mau berdoa dan memohon kepada-Nya.
Ayat ini juga mengajak kita untuk merenungkan betapa tidak berdayanya segala sesuatu selain Allah. Berhala, harta, jabatan, atau siapa pun yang kita jadikan sandaran selain Allah, semuanya tidak akan mampu menolong kita sedikit pun di saat-saat sulit. Maka, jadikanlah Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung, tempat memohon, dan tempat berlindung dalam setiap keadaan. Dengan begitu, hati kita akan tenang, hidup kita akan diberkahi, dan kita akan termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung di dunia maupun di akhirat.
📜 Ayat 38-42 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 40
Surat Al-An'am Ayat 40 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau datang…Surat Ayat 40/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 38–42. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








