Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- بَلَوْنَاهُمْ = Kami menguji mereka (penduduk Makkah).
- أَصْحَابَ الْجَنَّةِ = pemilik kebun (taman) yang subur.
- أَقْسَمُوا = mereka bersumpah.
- لَيَصْرِمُنَّهَا = pasti mereka akan memetik (memotong) buahnya.
- مُصْبِحِينَ = di waktu pagi (saat fajar).
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa Dia telah menguji penduduk Makkah yang kafir dengan kelaparan dan kekeringan yang melanda mereka, sebagaimana Dia juga telah menguji pemilik kebun yang kisahnya disebutkan dalam surah ini. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kebun yang subur dan penuh buah, namun mereka bersumpah di antara mereka sendiri untuk memetik seluruh hasil kebun itu di pagi buta, dengan sembunyi-sembunyi, agar tidak ada seorang pun dari orang miskin dan fakir yang ikut menikmati hasilnya. Mereka tidak mengucapkan "insya Allah" dalam sumpah mereka, karena kesombongan dan kebakhilan mereka telah menutup hati mereka dari kebaikan.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa harta dan kenikmatan dunia adalah ujian dari Allah, bukan sekadar anugerah tanpa makna. Allah menguji hamba-Nya dengan apa yang Dia berikan, apakah mereka bersyukur dan berbagi, atau justru kikir dan menahan hak orang lain. Kisah ini juga menjadi peringatan bahwa tipu daya manusia untuk menghalangi rezeki orang lain tidak akan pernah berhasil, karena Allah Maha Mengetahui segala apa yang mereka rahasia-kan.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan bersama betapa Allah Maha Adil lagi Maha Bijaksana dalam setiap ujian-Nya. Ketika Allah menguji penduduk Makkah dengan kelaparan, itu bukanlah kebencian-Nya, melainkan panggilan untuk kembali kepada-Nya. Demikian pula ketika Allah menguji pemilik kebun dengan kehilangan hasil panennya, itu adalah pelajaran bahwa harta yang kita miliki hanyalah titipan, dan di dalamnya ada hak saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Jadikanlah kisah ini sebagai cermin bagi diri kita. Jangan sampai kita menjadi hamba yang lupa bahwa rezeki yang Allah berikan adalah amanah. Bersegeralah berbagi, keluarkan zakat, sedekah, dan jangan pernah menunda kebaikan. Karena sesungguhnya, tangan yang memberi di atas adalah lebih baik daripada tangan yang menerima di bawah. Allah mencintai hamba-Nya yang dermawan dan membenci sifat kikir yang hanya memikirkan diri sendiri.
Semoga kita semua dijauhkan dari sifat bakhil dan dijadikan hamba yang pandai bersyukur, sehingga keberkahan selalu menyertai setiap langkah kita. Aamiin.
📜 Ayat 15-19 — Al-Qalam
Terjemah — Al-Qalam 17
Surat Al-Qalam Ayat 17 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah…Surat Ayat 17/52 — Al-Qalam القلم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qalam Dengarkan, Al-Qalam Terjemah, Al-Qalam mp3, Al-Qalam pdf. Ayat 15–19. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








