Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَرِثُونَ الْأَرْضَ: Mereka yang mendiami dan menguasai bumi setelah generasi sebelumnya.
- أَصَبْنَاهُم: Kami timpakan kepada mereka azab atau hukuman.
- وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ: Kami kunci dan tutup hati mereka sehingga tidak mampu menerima kebenaran.
- لَا يَسْمَعُونَ: Tidak mendengar dengan pendengaran yang disertai pemahaman dan pengambilan pelajaran.
Tafsir:
Wahai manusia yang hidup setelah kehancuran umat-umat terdahulu! Tidakkah kalian mengambil pelajaran dari apa yang telah menimpa mereka? Tidakkah menjadi jelas bagi kalian bahwa Allah Maha Kuasa untuk menimpakan azab kepada kalian sebagaimana Dia menimpakannya kepada orang-orang sebelum kalian yang telah binasa karena dosa-dosa mereka? Kalian mewarisi bumi ini dari mereka, namun kalian mengulangi kesalahan yang sama, berbuat maksiat, dan berpaling dari kebenaran.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan bahwa jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan menyiksa kalian dengan dosa-dosa kalian, sebagaimana sunnah-Nya yang berlaku pada umat-umat terdahulu. Dan sebagai bentuk keadilan-Nya, Allah akan mengunci hati orang-orang yang terus-menerus dalam kekafiran dan kedurhakaan, sehingga tidak ada lagi kebaikan yang masuk ke dalamnya, dan mereka tidak dapat mendengar nasihat, peringatan, atau pelajaran dengan pendengaran yang bermanfaat.
Ini adalah peringatan yang sangat tegas bagi setiap generasi yang datang setelah generasi sebelumnya. Jangan pernah merasa aman dari azab Allah hanya karena kita hidup di zaman yang berbeda. Sejarah adalah guru terbaik; ambillah pelajaran dari kehancuran umat-umat terdahulu seperti 'Ad, Tsamud, dan lainnya yang telah dibinasakan karena keingkaran mereka.
Hikmah dan Pesan Dakwah:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajak kita untuk senantiasa merenung dan mengambil pelajaran dari sejarah. Betapa banyak bangsa-bangsa yang kuat dan makmur, namun ketika mereka berpaling dari Allah dan tenggelam dalam kemaksiatan, maka Allah pun mencabut nikmat-Nya dan mengganti kemakmuran mereka dengan kehancuran.
Ketahuilah bahwa hati adalah kunci hidayah. Selama hati masih terbuka, maka kebaikan akan mudah masuk. Namun ketika hati telah dikunci oleh Allah akibat dosa yang terus-menerus, maka tidak ada lagi cahaya yang mampu menembusnya. Maka jagalah hatimu dengan taubat, istighfar, dan amal saleh agar Allah tidak mengunci hatimu.
Jangan pernah merasa aman dari azab Allah, dan jangan pula berputus asa dari rahmat-Nya. Selama pintu taubat masih terbuka, bersegeralah kembali kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan Dia sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya. Jadikanlah ayat ini sebagai pengingat agar kita selalu istiqamah di jalan-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, agar kita termasuk golongan yang selamat di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 98-102 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 100
Surat Al-A'raf Ayat 100 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri…Surat Ayat 100/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 98–102. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








