Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Jāwaznā: Kami seberangkan.
- Ya‘kufūn: Mereka berdiam diri dan tekun beribadah.
- Ashnām: Berhala-berhala (patung-patung yang disembah).
- Ilan: Sesembahan (tuhan).
- Tajhalūn: Kalian bodoh/tidak mengetahui keagungan Allah.
Tafsir:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita tentang nikmat-Nya yang agung kepada Bani Israil, yaitu ketika Dia menyelamatkan mereka dari kejaran Fir'aun dengan membelah lautan, lalu mereka menyeberang dengan selamat. Namun, dalam perjalanan mereka, mereka melewati suatu kaum yang sedang tekun menyembah berhala-berhala mereka. Melihat pemandangan itu, timbullah keinginan dalam hati Bani Israil untuk meniru perbuatan kaum tersebut. Mereka berkata kepada Nabi Musa 'alaihissalam: "Wahai Musa, buatkanlah untuk kami sesembahan (berhala) seperti mereka mempunyai sesembahan-sesembahan!"
Ini adalah ujian yang sangat berat bagi Nabi Musa. Beliau menjawab dengan tegas namun penuh hikmah: "Sesungguhnya kalian adalah kaum yang bodoh." Maksudnya, kalian tidak mengetahui keagungan Allah dan tidak memahami bahwa ibadah itu hanya layak ditujukan kepada Allah semata, tidak kepada selain-Nya. Bagaimana mungkin kalian meminta berhala padahal kalian baru saja menyaksikan mukjizat besar berupa terbelahnya lautan? Bagaimana mungkin kalian menyembah patung yang tidak bisa memberi manfaat maupun mudarat, padahal Allah telah menyelamatkan kalian dari kezhaliman Fir'aun?
Kisah ini mengandung pelajaran berharga bagi kita semua. Manusia memang memiliki kecenderungan untuk meniru lingkungan sekitarnya, baik dalam kebaikan maupun keburukan. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga diri dan memperkuat iman kita agar tidak mudah terpengaruh oleh kebiasaan-kebiasaan buruk di sekitar kita. Ketika kita melihat kemungkaran, hendaknya kita menjauhinya dan mengingat keagungan Allah yang telah memberikan begitu banyak nikmat kepada kita. Jangan sampai kita mengganti nikmat iman dengan kesesatan, dan jangan sampai kita menyamakan Allah Yang Maha Kuasa dengan makhluk-Nya yang lemah dan tidak berdaya.
Marilah kita renungkan, betapa besar kasih sayang Allah kepada kita. Dia memberikan akal, petunjuk, dan agama yang lurus agar kita tidak tersesat. Maka, sudah sepantasnya kita senantiasa bersyukur, memperbaiki ibadah kita hanya kepada Allah, dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Semoga Allah menjaga kita semua di atas jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari kebodohan dalam memahami keagungan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 136-140 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 138
Surat Al-A'raf Ayat 138 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka…Surat Ayat 138/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 136–140. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








