Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- رَبِّ (Rabbi): Wahai Tuhanku, Yang Maha Mencipta, Memelihara, dan Mengatur seluruh alam.
- اغْفِرْ (ighfir): Ampunilah, tutuplah dosa-dosa dan kesalahan, serta janganlah Engkau menghukum kami karenanya.
- وَأَدْخِلْنَا (wa adkhilna): Masukkanlah kami, yakni tempatkanlah kami.
- فِي رَحْمَتِكَ (fi rahmatika): Dalam rahmat-Mu yang luas, yang meliputi segala sesuatu, yaitu kasih sayang, ampunan, dan karunia-Mu.
- أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (arhamu ar-rahimin): Paling penyayang di antara semua yang penyayang.
Tafsir Lengkap:
Ketika Nabi Musa 'alaihissalam menyadari bahwa tuduhannya kepada saudaranya, Nabi Harun 'alaihissalam, tidaklah tepat—karena Harun sebenarnya telah berusaha semaksimal mungkin mencegah kaumnya dari menyembah patung anak sapi, namun mereka tetap membandel—maka beliau pun menyesali sikapnya. Beliau tidak membiarkan penyesalan itu berlalu begitu saja, tetapi segera mengangkat tangan berdoa kepada Allah dengan penuh kerendahan hati: *"Wahai Tuhanku, ampunilah aku"*—dari sikapku yang terburu-buru dan marah kepada saudaraku—*"dan ampunilah saudaraku"*—yakni Nabi Harun—atas apa pun yang mungkin menjadi kekurangannya dalam menghadapi kaum Bani Israil. Beliau juga memohon: *"Dan masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu"*—yaitu rahmat yang luas dan menyeluruh yang meliputi ampunan, kasih sayang, dan petunjuk-Mu—*"dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang."*
Doa ini menunjukkan betapa tingginya akhlak para nabi. Musa tidak membela diri atau menyalahkan orang lain, tetapi justru memohon ampun untuk dirinya dan saudaranya sekaligus. Ia juga tidak lupa mengakui keagungan Allah dengan menyebut-Nya sebagai *Arhamu ar-Rahimin*—Yang Maha Penyayang melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya sekalipun.
Renungan dan Pelajaran Berharga:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Nabi Musa—seorang nabi yang mulia dan kuat—tidak segan-segan merendahkan diri di hadapan Allah dan mengakui kesalahannya. Ini mengajarkan kita bahwa meminta maaf dan beristighfar bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda keimanan dan kedewasaan jiwa. Setiap dari kita pasti pernah berbuat salah, baik disengaja maupun tidak. Maka, jadikanlah doa Nabi Musa ini sebagai senjata kita setiap hari: *"Ya Rabb, ampunilah aku, ampunilah saudara-saudaraku, dan masukkanlah kami semua ke dalam rahmat-Mu yang luas."*
Ingatlah, rahmat Allah itu begitu dekat dan luas. Allah sendiri berfirman dalam hadits qudsi: *"Rahmat-Ku mendahului kemarahan-Ku."* Maka jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya, sekalipun dosa kita setinggi langit. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Setiap kali kita beristighfar dan memohon ampun, Allah bergembira seperti orang yang kehilangan untanya di padang pasir lalu menemukannya kembali. Sungguh, tidak ada yang lebih membahagiakan seorang hamba selain merasakan ampunan dan kasih sayang Tuhannya.
Mari kita biasakan lisan kita dengan doa yang penuh berkah ini, dan mari kita jaga hubungan baik dengan saudara-saudara kita, saling memaafkan, dan bersama-sama berlomba menuju rahmat Allah yang tiada batasnya. Semoga Allah memasukkan kita semua ke dalam rahmat-Nya yang luas di dunia dan akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 149-153 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 151
Surat Al-A'raf Ayat 151 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Musa berdoa: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah…Surat Ayat 151/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 149–153. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








