Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يُمَسِّكُونَ: berpegang teguh dengan sungguh-sungguh, mencengkeram erat, dan tidak melepaskannya.
- بِالْكِتَابِ: yang dimaksud adalah Kitab Allah (Taurat bagi Bani Israil, dan secara umum mencakup seluruh kitab suci yang diturunkan Allah).
- أَقَامُوا الصَّلَاةَ: melaksanakan shalat dengan sempurna, menjaga waktu-waktunya, syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, dan adab-adabnya secara berkesinambungan.
- الْمُصْلِحِينَ: orang-orang yang memperbaiki diri, amal perbuatannya, dan hubungannya dengan Allah serta sesama manusia.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan dalam ayat yang mulia ini tentang sifat-sifat hamba-hamba-Nya yang beruntung, yaitu mereka yang berpegang teguh dengan Kitabullah dengan sebenar-benarnya. Mereka tidak hanya sekadar membaca dan menghafalnya, tetapi mereka menjadikannya sebagai pedoman hidup, mengamalkan segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, dan tidak merubah atau menyembunyikan isinya. Mereka inilah yang dimaksud dengan orang-orang yang berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan kitab-kitab sebelumnya yang masih murni.
Di antara bentuk keimanan dan ketakwaan mereka yang paling utama adalah mendirikan shalat dengan penuh kesungguhan. Shalat disebutkan secara khusus dalam ayat ini karena ia adalah tiang agama dan penghubung langsung antara hamba dengan Rabb-nya. Menjaga shalat berarti menjaga seluruh sendi-sendi keislaman lainnya, karena shalat yang baik akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar.
Kemudian Allah memberikan kabar gembira yang sangat menenangkan hati, yaitu bahwa Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan dan perbaikan. Setiap amal saleh yang mereka lakukan, sekecil apa pun, akan dicatat dan dibalas dengan balasan yang terbaik. Allah Maha Melihat setiap usaha hamba-Nya, tidak ada satu pun yang terlewat dari pengawasan-Nya, dan tidak ada amal yang sia-sia di sisi-Nya.
Ayat ini juga mengisyaratkan bahwa di antara Ahli Kitab ada sekelompok orang yang beriman dengan benar, seperti Abdullah bin Salam dan para sahabatnya, yang berpegang teguh pada kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa tanpa mengubah atau menyembunyikannya, lalu mereka beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ ketika beliau diutus. Maka Allah menjanjikan bagi mereka pahala yang tidak akan hilang dan tidak akan berkurang.
Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa kunci kebahagiaan dunia dan akhirat terletak pada dua perkara: berpegang teguh dengan Kitabullah dan menegakkan shalat. Jika kedua hal ini tertanam kokoh dalam diri seorang hamba, maka Allah menjamin bahwa amalnya tidak akan sia-sia. Maka marilah kita jadikan Al-Qur'an sebagai sahabat setia kita, membacanya, merenungkannya, dan mengamalkannya dalam setiap langkah kehidupan. Dan marilah kita jaga shalat kita, karena ia adalah cahaya hati, ketenangan jiwa, dan kunci pembuka pintu-pintu rahmat Allah. Sungguh, tidak ada satu pun kebaikan yang kita lakukan di jalan Allah yang akan hilang, melainkan akan ditemukan kelak di akhirat sebagai pahala yang berlipat ganda. Maka bersemangatlah dalam kebaikan, karena Allah tidak pernah mengecewakan hamba-hamba-Nya yang berbuat baik.
📜 Ayat 168-172 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 170
Surat Al-A'raf Ayat 170 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta…Surat Ayat 170/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 168–172. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








