Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Min Ẓuhūrihim: Dari tulang punggung mereka (punggung para bapak/leluhur mereka).
- Dzurriyyatahum: Keturunan mereka (anak cucu Adam).
- Asyhadahum: Menjadikan mereka saksi (menyaksikan).
- Alastu birabbikum: Bukankah Aku Tuhan kalian?
- Qālū Balā: Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami)".
- Syahidnā: Kami bersaksi.
- Ghāfilīn: Orang-orang yang lengah/tidak mengetahui.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah ketika Rabb-mu mengeluarkan seluruh keturunan anak cucu Adam dari sulbi (tulang punggung) para bapak mereka, satu per satu, bagaikan partikel-partikel kecil yang tak terhitung jumlahnya. Allah menghadirkan mereka semua di hadapan-Nya dan menjadikan mereka saksi atas diri mereka sendiri. Allah berfirman kepada mereka, "Bukankah Aku ini Rabb kalian?" Dengan penuh kesadaran dan pengakuan, mereka semua menjawab, "Betul, Engkau adalah Rabb kami. Kami bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan kami, Pencipta kami, dan Pemilik kami."
Allah melakukan ini bukan tanpa tujuan, melainkan sebagai penetapan hujjah (bukti) yang kuat atas seluruh manusia. Tujuannya adalah agar pada hari kiamat nanti, tidak ada seorang pun yang dapat berdalih atau beralasan, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap hal ini (tauhid). Kami tidak pernah tahu bahwa Engkau adalah Tuhan kami, dan tidak ada seorang pun yang mengajarkan hal itu kepada kami."
Perjanjian ini adalah fitrah yang Allah tanamkan dalam diri setiap manusia sejak awal penciptaan mereka. Ia adalah bukti yang melekat dalam jiwa, bahwa setiap insan sebenarnya telah mengenal Rabb-nya. Maka tidak ada alasan bagi siapa pun untuk berpaling dari kebenaran tauhid, karena bukti itu telah tertanam dalam fitrahnya sendiri.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang agung ini mengajarkan kita sebuah hakikat yang sangat dalam: setiap jiwa manusia telah mengikat perjanjian suci dengan Allah sejak zaman azali. Perjanjian itu bukan sekadar kata-kata, melainkan cahaya fitrah yang Allah tanamkan dalam hati setiap insan. Maka ketika seseorang mencari kebenaran dengan tulus, ia akan menemukan bahwa iman kepada Allah adalah sesuatu yang terasa akrab dan selaras dengan hati nuraninya.
Jangan pernah merasa bahwa mengenal Allah itu sulit atau jauh. Allah telah mendekatkan diri-Nya kepada kita melalui fitrah yang Dia tanamkan. Tinggal bagaimana kita mau merawat fitrah itu dengan ilmu, ibadah, dan ketaatan. Setiap kali kita bersujud, berdoa, atau merenungkan kebesaran alam semesta, sebenarnya kita sedang menghidupkan kembali perjanjian yang telah kita ikrarkan di hadapan Allah.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat bahwa kita bukanlah hamba yang terasing dari Rabb-nya. Kita adalah hamba yang telah berjanji, dan Allah Maha Menepati janji. Maka, tepati pula janji kita kepada-Nya dengan istiqamah di jalan-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan menebarkan kebaikan di muka bumi. Sungguh, kebahagiaan sejati hanya akan diraih oleh mereka yang kembali kepada fitrahnya, yaitu mengenal, mencintai, dan beribadah kepada Allah semata.
📜 Ayat 170-174 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 172
Surat Al-A'raf Ayat 172 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi…Surat Ayat 172/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 170–174. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








