Mishary Rashid Alafasy
✓
Mahmoud Khalil Al-Husary
✓
Abdurrahman As-Sudais
✓
Mohamed Siddiq Al-Minshawi
✓
Abdul Basit Abdul Samad
✓
Ali Al-Hudhaify
✓
Ahmed ibn Ali al-Ajamy
✓
Abu Bakr Ash-Shaatree
✓
Muhammad Ayyoub
✓
Abdullah Basfar
✓
Abdullah Al-Juhani
✓
Maher Al Muaiqly
✓
Bản Dịch — Tafsir
- معاني الكلمات التي تحتاج إلى شرح:
- أَمْلِكُ: tidak mampu menguasai atau memiliki kendali penuh.
- نَفْعًا: manfaat atau kebaikan.
- ضَرًّا: bahaya atau kerugian.
- الْغَيْبَ: hal-hal gaib yang tidak dapat diketahui oleh manusia tanpa pemberitahuan dari Allah.
- لَاسْتَكْثَرْتُ: sungguh aku akan memperbanyak.
- السُّوءُ: keburukan, bahaya, atau kerugian.
- نَذِيرٌ: pemberi peringatan.
- بَشِيرٌ: pemberi kabar gembira.
- Tafsir ayat:
Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada manusia: Aku tidak memiliki kemampuan untuk mendatangkan manfaat bagi diriku sendiri, juga tidak mampu menolak bahaya dari diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki. Artinya, segala manfaat dan bahaya berada dalam kekuasaan Allah semata, dan aku hanyalah hamba yang tidak memiliki kendali atas hal itu kecuali sejauh yang Allah izinkan.
Seandainya aku mengetahui hal-hal gaib, niscaya aku akan memperbanyak segala kebaikan dan manfaat, dan tidak akan ada keburukan atau kerugian yang menimpaku. Karena dengan mengetahui hal gaib, aku bisa mengambil langkah-langkah yang mendatangkan kemaslahatan dan mencegah terjadinya kerusakan sebelum terjadi. Tetapi aku tidak mengetahui hal gaib, karena pengetahuan itu hanya milik Allah.
Aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan kepada orang-orang kafir tentang azab Allah, dan pemberi kabar gembira kepada orang-orang beriman tentang pahala-Nya. Tugas utamaku adalah menyampaikan peringatan dan kabar gembira kepada kaum yang beriman, yaitu mereka yang membenarkan kerasulanku dan mengamalkan syariat yang aku bawa.
- Faedah yang dapat diambil dari ayat ini:
- Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak atas manfaat dan bahaya. Ini menumbuhkan sikap tawakal dan ketergantungan penuh kepada Allah dalam setiap keadaan.
- Pengetahuan tentang hal gaib adalah milik Allah semata. Ini mengajarkan kerendahan hati dan mendorong kita untuk tidak bersandar pada ramalan atau hal-hal yang tidak pasti, melainkan berusaha secara nyata sambil bertawakal kepada Allah.
- Nabi Muhammad pun tidak mengetahui hal gaib, yang menunjukkan bahwa beliau adalah manusia biasa yang menerima wahyu. Ini menegaskan kemurnian tauhid dan bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
- Tugas utama seorang rasul adalah menyampaikan peringatan dan kabar gembira, bukan memaksa manusia untuk beriman. Ini mengajarkan kita untuk berdakwah dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang.
- Ayat ini menyebutkan bahwa kabar gembira dan peringatan khusus ditujukan kepada "kaum yang beriman", yang menunjukkan bahwa orang beriman adalah mereka yang siap menerima kebenaran dan meresponsnya dengan amal saleh.
- Islam mengajak manusia untuk mengenal Allah melalui keterbatasan diri sendiri, sehingga semakin sadar akan keagungan Allah dan semakin mencintai-Nya karena segala nikmat dan perlindungan datang dari-Nya.
📜 Câu Kinh 186-190 — Surah Al-A'raf
Bản Dịch — Al-A'raf 188
Surah Al-A'raf Câu Kinh 188 - Đọc, Nghe, Bản Dịch, Tiếng Việt : Ngươi (hỡi Thiên Sứ) hãy nói: “Ta không có quyền…Surah Câu Kinh 188/206 — Surah Al-A'raf الأعراف (Meccan). Đọc Nghe Bản Dịch (Tiếng Việt). Nghe: Surah Al-A'raf Nghe, Surah Al-A'raf Bản Dịch, Surah Al-A'raf mp3, Surah Al-A'raf pdf. Câu Kinh 186–190. Ý Nghĩa Tiếng Việt: Melayu.
Surah Al-A'raf
Kinh Qur'an
Monday, September 28, 2026
Đừng quên chúng tôi trong những lời cầu nguyện tốt lành của bạn


