Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- افْتَرَيْنَا (Iftarainā): Kami mengada-adakan kebohongan.
- مِلَّتِكُم (Millatikum): Agama dan keyakinan kalian (yang berupa kesyirikan).
- نَجَّانَا (Najjānā): Menyelamatkan kami.
- افْتَحْ (iftah): Putuskanlah dan berilah keputusan.
- خَيْرُ الْفَاتِحِينَ (Khairul fātihīn): Sebaik-baik pemberi keputusan.
Tafsir Ayat:
Nabi Syu'aib 'alaihissalam melanjutkan perkataannya kepada kaumnya dengan penuh ketegasan dan kejujuran. Beliau bersumpah dan menegaskan: "Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah jika kami kembali kepada agama kalian yang penuh kesyirikan dan kekufuran itu, setelah Allah dengan rahmat dan karunia-Nya telah menyelamatkan kami darinya. Bagaimana mungkin kami dengan sadar kembali kepada kegelapan setelah Allah mengeluarkan kami menuju cahaya iman?"
Kemudian beliau menegaskan lagi: "Tidaklah pantas dan tidaklah mungkin bagi kami untuk kembali kepada agama kalian yang batil itu, kecuali jika Allah Rabb kami menghendaki. Karena segala sesuatu tunduk kepada kehendak-Nya, dan ilmu Allah meliputi segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Dia Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya."
Setelah itu, Nabi Syu'aib menyatakan ketundukan dan kepasrahannya: "Hanya kepada Allah semata kami bertawakal, berserah diri, dan memohon pertolongan-Nya. Kami serahkan segala urusan kami kepada-Nya, baik untuk tetap teguh di atas kebenaran maupun untuk menghadapi segala ancaman kalian."
Di akhir doanya, beliau memohon dengan penuh harap: "Ya Rabb kami, putuskanlah perkara antara kami dan kaum kami dengan kebenaran dan keadilan. Menangkanlah orang yang benar dan hancurkanlah orang yang zalim. Engkaulah sebaik-baik pemberi keputusan, karena keputusan-Mu selalu disertai keadilan yang sempurna dan hikmah yang agung."
Renungan dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kita tentang keteguhan hati seorang mukmin dalam memegang kebenaran. Nabi Syu'aib 'alaihissalam menunjukkan teladan yang indah: setelah berdakwah dengan hikmah dan kesabaran, beliau tidak gentar menghadapi ancaman dan tekanan kaumnya. Beliau menyerahkan segala urusan kepada Allah, karena hanya Allah-lah sebaik-baik pelindung dan pemberi keputusan.
Ketika kita menghadapi cobaan dalam mempertahankan keimanan, ingatlah bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. Jangan pernah takut untuk menyatakan kebenaran, dan jangan pernah ragu untuk berserah diri kepada Allah dalam setiap keadaan. Karena sesungguhnya, kemenangan orang-orang yang beriman adalah keputusan Allah yang pasti datang, sekalipun tertunda.
📜 Ayat 87-91 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 89
Surat Ayat 89/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 87–91. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








