Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Halū‘an (هَلُوعًا): Sangat gelisah dan resah, yaitu sifat tergesa-gesa, cemas berlebihan, dan tidak sabar. Ini adalah sifat yang melekat pada tabiat manusia ketika menghadapi kesulitan maupun kesenangan.
Tafsir:
Wahai manusia, ketahuilah bahwa Allah Yang Maha Menciptakan telah mengabarkan tentang tabiat asal manusia: ia diciptakan dalam keadaan *halū‘* — yakni sangat gelisah, resah, dan tidak tenang. Sifat ini tampak jelas dalam dua keadaan:
- Ketika ditimpa keburukan atau kesulitan — ia menjadi sangat cemas, mengeluh, dan berkeluh kesah secara berlebihan. Hatinya tidak tenang, pikirannya kacau, seolah-olah tidak ada jalan keluar.
- Ketika mendapat kebaikan atau kelapangan — ia menjadi sangat kikir dan enggan berbagi, menahan hak orang lain, serta lupa bahwa nikmat itu titipan dari Allah.
Sifat *halū‘* ini adalah bawaan tabiat manusia yang lemah, sebagaimana firman Allah: *"Dan manusia itu diciptakan bersifat lemah"* (QS An-Nisa: 28). Namun — dan inilah kabar gembira — Allah tidak membiarkan manusia terpuruk dalam kelemahan ini. Allah memberikan jalan keluar dan pengecualian bagi hamba-hamba yang istimewa, yaitu mereka yang:
- Mendirikan shalat secara konsisten dan khusyuk, karena shalat adalah penenang hati dan penguat jiwa.
- Menunaikan zakat dan bersedekah kepada yang membutuhkan, karena dengan berbagi, sifat kikir akan terkikis dan hati menjadi lapang.
- Meyakini hari pembalasan sehingga mereka selalu berhati-hati dan mempersiapkan bekal amal saleh.
- Takut akan azab Allah, karena rasa takut yang benar akan mendorong seseorang untuk taat dan menjauhi larangan.
- Menjaga kemaluannya dari segala yang diharamkan, kecuali terhadap pasangan yang sah.
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah realita: manusia itu lemah dan mudah gelisah. Tetapi Islam datang sebagai obat penenang. Dengan shalat, zakat, iman kepada hari akhir, rasa takut kepada Allah, dan menjaga kesucian diri, hati akan menjadi tenang dan jiwa menjadi kuat. Maka janganlah kita biarkan sifat *halū‘* menguasai diri. Lawanlah dengan ketaatan dan kedekatan kepada Allah, niscaya Allah akan mengganti kegelisahan itu dengan ketenangan, dan mengganti kesempitan dengan kelapangan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui kelemahan hamba-Nya dan Maha Penyayang dalam memberikan solusi.
📜 Ayat 17-21 — Al-Ma'arij
Terjemah — Al-Ma'arij 19
Surat Al-Ma'arij Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.Surat Ayat 19/44 — Al-Ma'arij المعارج (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ma'arij Dengarkan, Al-Ma'arij Terjemah, Al-Ma'arij mp3, Al-Ma'arij pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








