Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- وَجَمَعَ: mengumpulkan harta.
- فَأَوْعَىٰ: menyimpannya di dalam wadah/tempat penyimpanan dengan kikir, tidak mau menginfakkannya di jalan Allah.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan kondisi orang-orang yang berpaling dari kebenaran. Mereka adalah orang-orang yang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, lalu menyimpannya dengan rapat di dalam tempat penyimpanannya, tanpa mau menunaikan hak Allah di dalamnya. Mereka tidak mau berinfak di jalan Allah, tidak mau mengeluarkan zakat, dan tidak mau membantu orang-orang yang membutuhkan. Harta itu mereka kumpulkan dengan penuh ketamakan, lalu mereka simpan dengan kekikiran yang sangat, seolah-olah harta itu akan kekal bersama mereka selamanya.
Padahal, harta yang mereka kumpulkan dan simpan itu justru akan menjadi saksi atas kezaliman mereka di hari kiamat. Api neraka yang dahsyat akan membakar tubuh mereka, termasuk kulit kepala dan seluruh anggota badan, sebagai balasan atas keengganan mereka menaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka lebih mencintai harta daripada mencintai Allah, dan mereka lebih memilih dunia daripada akhirat.
Renungan dan Nasihat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengingatkan kita tentang bahaya cinta harta yang berlebihan. Islam tidak melarang umatnya untuk kaya, bahkan Islam mendorong umatnya untuk bekerja keras dan mencari rezeki yang halal. Namun, Islam mengajarkan bahwa harta adalah titipan Allah yang di dalamnya terdapat hak-hak orang lain. Ketika kita mengumpulkan harta, hendaknya kita ingat bahwa ada hak Allah di dalamnya, ada hak fakir miskin, ada hak kerabat, dan ada hak orang-orang yang membutuhkan.
Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebut dalam ayat ini, yaitu orang yang mengumpulkan harta lalu menyimpannya dengan kikir tanpa mau berbagi. Karena harta yang kita kikirkan itu tidak akan pernah bisa menolong kita di hadapan Allah. Justru harta itu akan menjadi beban dan siksa bagi pemiliknya jika tidak dikeluarkan haknya.
Marilah kita jadikan harta sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebagai penghalang antara kita dengan Allah. Dengan berinfak dan bersedekah, harta kita akan menjadi berkah dan membersihkan jiwa kita dari sifat kikir dan tamak. Ingatlah firman Allah dalam hadis qudsi bahwa Allah berfirman: "Berinfaklah (di jalan-Ku), niscaya Aku akan memberikan ganti kepadamu." Maka, janganlah takut menjadi fakir karena berinfak, sebab Allah menjamin rezeki hamba-Nya yang gemar bersedekah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai mensyukuri nikmat harta dengan menunaikan hak-hak-Nya, dan menjauhkan kita dari sifat kikir yang tercela. Aamiin.
📜 Ayat 16-20 — Al-Ma'arij
Terjemah — Al-Ma'arij 18
Surat Al-Ma'arij Ayat 18 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.Surat Ayat 18/44 — Al-Ma'arij المعارج (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ma'arij Dengarkan, Al-Ma'arij Terjemah, Al-Ma'arij mp3, Al-Ma'arij pdf. Ayat 16–20. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








