Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- al-syarr: keburukan, yaitu kemiskinan, penyakit, atau musibah lainnya.
- jazū‘an: sangat gelisah, tidak sabar, dan putus asa.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta’ala menggambarkan tabiat asli manusia yang diciptakan dengan sifat tergesa-gesa dan tidak sabar. Apabila ditimpa keburukan—seperti kemiskinan, penyakit, atau cobaan hidup lainnya—ia menjadi sangat gelisah, resah, dan mengeluh. Ia mudah putus asa dan kehilangan ketenangan hati.
Sifat ini memang melekat pada diri manusia secara fitrah, namun Islam datang untuk mendidik dan mengarahkannya. Orang yang beriman tidak dibiarkan larut dalam sifat ini, karena ia memiliki iman yang menenangkan hati, sabar yang menyejukkan jiwa, dan keyakinan bahwa setiap ujian adalah bagian dari kasih sayang Allah untuk mengangkat derajatnya.
Sahabat pembaca yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi hamba yang lemah saat tertimpa musibah. Justru di saat itulah keimanan kita diuji dan ditempa. Orang yang beriman memandang musibah sebagai sarana pembersih dosa dan pengangkat derajat di sisi Allah. Ia bersabar, berprasangka baik kepada Allah, dan terus berdoa serta berusaha.
Ingatlah bahwa kesempitan pasti disertai kemudahan, dan setelah kesulitan pasti ada jalan keluar. Maka jadilah pribadi yang teguh, tidak mudah mengeluh, dan senantiasa bertawakal kepada Allah dalam setiap keadaan. Karena sesungguhnya orang yang sabar akan mendapatkan pahala tanpa batas dari Allah Yang Maha Pemurah.
📜 Ayat 18-22 — Al-Ma'arij
Terjemah — Al-Ma'arij 20
Surat Al-Ma'arij Ayat 20 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,Surat Ayat 20/44 — Al-Ma'arij المعارج (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ma'arij Dengarkan, Al-Ma'arij Terjemah, Al-Ma'arij mp3, Al-Ma'arij pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








