Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- نُطْعِمُ: memberi makan.
- الْمِسْكِينَ: orang yang sangat membutuhkan dan tidak berkecukupan, fakir yang hidupnya serba kekurangan.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan pengakuan jujur dari para penghuni neraka ketika mereka ditanya tentang sebab-sebab yang menjerumuskan mereka ke dalam azab yang pedih. Di antara jawaban mereka adalah: "Dan kami tidak pernah memberi makan orang miskin." Ini adalah pengakuan yang keluar dari lubuk hati mereka yang paling dalam, tanpa ada lagi topeng kemunafikan atau pembelaan diri. Mereka mengakui bahwa di dunia dahulu, mereka hidup dalam kesombongan dan keegoisan, tidak pernah menoleh kepada saudara-saudara mereka yang kelaparan dan membutuhkan pertolongan.
Mereka tidak hanya tidak memberi makan orang miskin, tetapi juga tidak pernah mengajak orang lain untuk berbuat baik kepada kaum fakir dan miskin. Hati mereka keras dan kering dari rasa kasih sayang, tidak tersentuh oleh penderitaan sesama. Padahal Allah telah memberikan rezeki yang melimpah kepada mereka, namun mereka gunakan untuk kepentingan diri sendiri dan bersenang-senang, tanpa berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
Ayat ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Islam adalah agama yang sangat menekankan kepedulian sosial dan kasih sayang terhadap sesama. Memberi makan orang miskin bukan sekadar amalan sunnah, tetapi ia adalah salah satu ciri keimanan yang sejati. Rasulullah ﷺ bersabda: "Bukanlah seorang mukmin yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya." (HR. Al-Bazzar)
Sungguh, betapa indahnya ajaran Islam yang mengajarkan kita untuk saling berbagi dan memperhatikan kaum yang lemah. Setiap suapan yang kita berikan kepada orang miskin akan menjadi saksi kebaikan kita di akhirat kelak. Sebaliknya, keengganan untuk berbagi akan menjadi penyesalan yang tiada berguna di hari pembalasan. Mari kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa membuka tangan dan hati kita bagi mereka yang membutuhkan, karena di balik setiap rezeki yang Allah berikan, ada hak orang lain yang harus kita tunaikan. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat kikir dan dijadikan hamba-hamba yang dermawan, sehingga kita termasuk golongan yang selamat dan berbahagia di dunia maupun di akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 42-46 — Al-Muddassir
Terjemah — Al-Muddassir 44
Surat Al-Muddassir Ayat 44 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,Surat Ayat 44/56 — Al-Muddassir المدثر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Muddassir Dengarkan, Al-Muddassir Terjemah, Al-Muddassir mp3, Al-Muddassir pdf. Ayat 42–46. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








