Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Nakhuudhu (نَخُوضُ): secara harfiah berarti masuk ke dalam air atau lumpur. Dalam konteks ini, maknanya adalah tenggelam dalam kebatilan dan perkataan yang sia-sia.
- Al-Khaa-idhiin (الْخَائِضِينَ): orang-orang yang tenggelam dalam kebatilan dan perkataan dusta.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini mengabarkan kepada kita tentang pengakuan jujur dari para penghuni neraka ketika mereka ditanya tentang sebab-sebab yang menjerumuskan mereka ke dalam azab yang pedih. Di antara jawaban mereka yang penuh penyesalan adalah: *"Dan kami dahulu biasa tenggelam dalam kebatilan bersama orang-orang yang tenggelam dalam kebatilan."*
Mereka mengakui bahwa di dunia dahulu, mereka tidak hanya diam melihat kemungkaran, tetapi mereka justru ikut serta dan larut di dalamnya. Mereka menghadiri majelis-majelis yang berisi perkataan dusta, ejekan terhadap kebenaran, gosip, dan perbuatan sia-sia. Mereka duduk bersama para pelaku kebatilan, membenarkan perkataan mereka, tertawa bersama mereka, dan bahkan ikut menyebarkan kebatilan itu kepada orang lain.
Yang lebih menyedihkan, mereka tidak merasa bersalah saat melakukannya. Bahkan mereka menganggapnya sebagai hal yang biasa dan wajar. Padahal, seorang mukmin yang benar seharusnya menjauhi majelis-majelis seperti itu, atau setidaknya mengingkari kemungkaran yang terjadi di dalamnya. Allah Ta'ala berfirman dalam ayat lain: *"Dan apabila mereka mendengar perkataan sia-sia, mereka berpaling darinya dan berkata: 'Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu; selamatlah kamu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang yang jahil.'"* (QS. Al-Qashash: 55)
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa bahayanya bergaul dengan orang-orang yang tenggelam dalam kebatilan. Seseorang yang duduk bersama mereka sedikit demi sedikit akan terpengaruh oleh cara bicara mereka, cara berpikir mereka, dan bahkan perilaku mereka. Rasulullah ﷺ bersabda: *"Seseorang itu mengikuti kebiasaan teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dijadikannya sebagai teman dekat."* (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Pesan Dakwah:
Ayat ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Ia mengajarkan betapa pentingnya menjaga lingkungan pergaulan. Jangan pernah meremehkan majelis-majelis yang berisi kebatilan, walau hanya sekadar duduk mendengarkan tanpa ikut berbicara. Karena hati itu seperti bejana, ia akan menyerap apa yang ada di sekelilingnya.
Marilah kita pilih teman-teman yang mengingatkan kita kepada Allah, yang mengajak kita kepada kebaikan, dan yang membuat kita semakin cinta kepada Al-Qur'an dan sunnah. Karena teman yang baik adalah anugerah terbesar yang akan menolong kita di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, teman yang buruk adalah racun yang perlahan-lahan menghancurkan iman kita.
Semoga Allah melindungi kita dari termasuk golongan orang-orang yang tenggelam dalam kebatilan, dan semoga kita senantiasa berada dalam majelis-majelis yang penuh dengan dzikir, ilmu, dan ketaatan kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 43-47 — Al-Muddassir
Terjemah — Al-Muddassir 45
Surat Al-Muddassir Ayat 45 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang…Surat Ayat 45/56 — Al-Muddassir المدثر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Muddassir Dengarkan, Al-Muddassir Terjemah, Al-Muddassir mp3, Al-Muddassir pdf. Ayat 43–47. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








