Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- الْعَاجِلَةَ (al-'ājilah): kehidupan dunia yang cepat berlalu dan sementara.
- يَذَرُونَ (yadzarūna): meninggalkan, mengabaikan.
- وَرَاءَهُمْ (warā'ahum): di belakang mereka, yakni setelah kematian mereka.
- يَوْمًا ثَقِيلًا (yauman tsaqīlan): hari yang sangat berat, yaitu hari kiamat dengan segala dahsyatnya bencana dan kesulitan.
Tafsir:
Sungguh, Allah ﷻ memberitakan tentang keadaan orang-orang kafir dan musyrik yang tenggelam dalam kecintaan mereka kepada kehidupan dunia yang fana. Mereka begitu tergila-gila dengan kenikmatan sesaat, harta, pangkat, dan syahwat, sehingga hati mereka tidak lagi memiliki ruang untuk mengingat akhirat. Mereka memilih kesenangan yang cepat berlalu dan meninggalkan—dengan sengaja—persiapan untuk menghadapi hari yang sangat berat, yaitu hari kiamat. Hari itu adalah hari yang dahsyat, penuh dengan kengerian dan kesulitan yang tiada tara; gunung-gunung dihancurkan, langit terbelah, dan seluruh manusia berdiri di hadapan Rabb semesta alam untuk mempertanggungjawabkan setiap amal perbuatan mereka.
Mereka meninggalkan hari itu "di belakang mereka," artinya mereka sama sekali tidak memikirkannya, seolah-olah hari itu tidak akan pernah datang. Padahal hari itu pasti datang, dan tidak ada seorang pun yang mampu menghadapinya kecuali dengan bekal iman dan amal saleh.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah peringatan yang sangat tegas bagi kita semua. Cinta dunia itu bukanlah sesuatu yang tercela selama tidak melalaikan kita dari akhirat. Namun, yang menjadi bahaya adalah ketika dunia menjadi tujuan utama, sehingga kita lalai dari kewajiban, lalai dari shalat, lalai dari zakat, dan lalai dari berbuat baik kepada sesama.
Allah ﷻ tidak melarang kita menikmati keindahan dunia, tetapi Dia mengingatkan agar kita tidak menjadikan dunia sebagai segalanya. Ingatlah, dunia ini hanyalah ladang untuk kita bercocok tanam demi menuai hasil di akhirat. Setiap detik yang kita lalui adalah kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Jangan biarkan diri kita termasuk golongan yang disebut dalam ayat ini, yang mencintai dunia dan melupakan hari yang berat. Mari kita jadikan setiap hari sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan, karena hari kiamat itu pasti datang, dan tidak ada yang dapat menolong kita di sana selain amal yang kita persiapkan dari sekarang. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bijak dalam memilih, yang mendahulukan kehidupan kekal di atas kehidupan yang sementara. Aamiin.
📜 Ayat 25-29 — Al-Insan
Terjemah — Al-Insan 27
Surat Al-Insan Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak…Surat Ayat 27/31 — Al-Insan الإنسان (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Insan Dengarkan, Al-Insan Terjemah, Al-Insan mp3, Al-Insan pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








