Mishary Rashid Alafasy
✓
Mahmoud Khalil Al-Husary
✓
Abdurrahman As-Sudais
✓
Mohamed Siddiq Al-Minshawi
✓
Abdul Basit Abdul Samad
✓
Ali Al-Hudhaify
✓
Ahmed ibn Ali al-Ajamy
✓
Abu Bakr Ash-Shaatree
✓
Muhammad Ayyoub
✓
Abdullah Basfar
✓
Abdullah Al-Juhani
✓
Maher Al Muaiqly
✓
Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Al-Wādil-Muqaddas: Lembah yang disucikan dan diberkahi.
- Ṭuwā: Nama lembah suci tersebut, terletak di kaki Gunung Sinai.
Tafsir:
Ayat yang mulia ini mengisahkan tentang panggilan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Nabi Musa 'alaihissalam ketika beliau berada di lembah yang suci lagi diberkahi, yaitu lembah Ṭuwā di tanah Sinai. Allah memanggilnya dengan panggilan yang penuh kemuliaan dan kasih sayang, sebagai awal dari sebuah misi besar yang akan diemban oleh Musa.
Di tempat yang suci dan penuh berkah itulah, Allah berbicara langsung kepada Musa, memilihnya sebagai rasul, dan memberinya tugas yang sangat agung. Panggilan ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan Nabi Musa di sisi Allah, dan betapa Allah mempersiapkan hamba-Nya yang terpilih dengan tempat yang suci sebelum memberikan amanah yang besar.
Lembah Ṭuwā yang suci ini menjadi saksi bisu dimulainya perjalanan dakwah yang sangat bersejarah. Allah memilih tempat yang bersih dan diberkahi untuk berkomunikasi dengan hamba-Nya, mengajarkan kita bahwa kesucian tempat dan kesiapan hati adalah modal penting dalam menerima hidayah dan menjalankan tugas-tugas besar.
Saudaraku, perhatikanlah bagaimana Allah memuliakan hamba-hamba-Nya yang saleh. Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya berjalan sendirian dalam kegelapan, tetapi selalu memberikan petunjuk dan bimbingan. Sebagaimana Allah memanggil Musa di lembah yang suci, Allah juga selalu memanggil kita melalui Al-Qur'an dan sunnah untuk menuju jalan yang lurus. Setiap kali kita membaca Al-Qur'an, sesungguhnya Allah sedang berbicara kepada kita, mengajak kita kepada kebaikan dan keselamatan.
Marilah kita jadikan momen-momen kehidupan kita sebagai "lembah suci" di mana kita selalu berusaha membersihkan hati, memperbaiki niat, dan mendekatkan diri kepada Allah. Karena sesungguhnya, Allah selalu siap menyambut hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan hati yang bersih, sebagaimana Dia menyambut Musa di lembah yang suci itu.
📜 Ayat 14-18 — Surat An-Nazi'at
Terjemah — An-Nazi'at 16
Surat An-Nazi'at Ayat 16 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;Surat Ayat 16/46 — Surat An-Nazi'at النازعات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Surat An-Nazi'at Dengarkan, Surat An-Nazi'at Terjemah, Surat An-Nazi'at mp3, Surat An-Nazi'at pdf. Ayat 14–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Surat An-Nazi'at
Al-Quran
Monday, September 28, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu


